kata Bijak

“Sesungguhnya puncak keteguhan adalah tawadhu’.” Salah seorang bertanya kepada Imam, “Apakah tanda-tanda tawadhu’ itu?” Beliau menjawab, “Hendaknya kau senang pada majlis yang tidak memuliakanmu, memberi salam kepada orang yang kau jumpai, dan meninggalkan perdebatan sekalipun engkau di atas kebenaran.” . “Tiga perkara dapat mengeruhkan kehidupan: penguasa zalim, tetangga yang buruk, dan perempuan pencarut. Dan tiga perkara yang tidak akan damai dunia ini tanpanya, yaitu keamanan, keadilan, dan kemakmuran.” “Ambillah nasihat baik dari orang yang mengucapkannya meskipun ia tidak mengamalkannya”. Read More At: http://cheaterserbabisa.blogspot.com/2012/05/cara-membuat-teks-berjalan-di-blog.html#ixzz1wpfxTtbo

Selamat Datang

Ahlan Wa Sahlan..

Situs2 Islam

www.harunyahya.com www.endoftimes.net www.secretbeyondmatter.com www.islamdenouncesantisemitism.com www.islamdenouncesterrorism.com www.evolutiondocumentary.com www.evolutiondeceit.com www.srf-tr.org www.bookglobal.net www.keajaibanalquran.com www.creationofuniverse.com www.bangsamusnah.com www.yesusakankembali.com www.darwinismrefuted.com www.unionoffaiths.com www.freebookcenter.net www.darwinism-watch.com www.signsofthelastday.com www.islamandbuddhism.com www.truthsforkids.com www.for-children.com www.eastturkestan.net www.islamandkarma.com www.eramuslim.com www.dakwatuna.com www.islamedia.com Menjadi Muslimah Sejati Arsip Artikel-Artikel Umat Islam Ibrahimovic Journal Wisata Hati Blogs Hanan’s Blog أهل السنة ظاهرون إلى يوم القيامة Ngaji Salaf :: أهل السنة ظاهرون إلى يوم القيامة Segarkan Hati !!!! Cintailah Arsip Moslem Arsip Moslem ..:: Menuju Era Dakwah Tanpa Batas ::.. Aldakwah.org :: Mitra Dakwah dan Pendidikan Media Islam - Situs dari dan Untuk Umat Islam :) Komunitas Tarbiyah London http://www.pks-anz.org/ Komite Tarbiyah Umat Islam Indonesia Jihad Kaum Muslimin di Bumi Palestina & Sekitarnya Wanita Islam Di Dalam Perjalanan Media Muslim Community Forum islammuda.com forumislam.tk The Spirit of Muslim :: MuslimSources.com My Alazka.com: Komunitas Gaul Muslim Alazka Muslimah Sejati, Jadilah Muslimah Kaffah!!! Aqidah Islam WebBlogs DKM ‘ibaadurrahmaan Fakultas Kehutanan IPB Syariah Online Al-Ikhwan.net Kisah Seputar Umat Islam pk-sejahtera.org :: KAMMI Jepang Madah Tarbiyah Kaderisasi Umat Menuju Keadilan Sejahtera Moslem Community WebBlogs Sejarah | Berita | Siroh & Kisah | KisahIslam.COM - Serambi Depan Info Palestina ::: Save Palestina From Laknatulloh Yahudi Islamic Space Online Tarbiyah.com Media Muslim INFO, Situs Islam Terdepan Terpercaya MyQuran.Org :: PKPU Online Ahlan wa sahlan fi ukhuwah.or.id Eramuslim: Situs Warta Muslim Read More At: http://cheaterserbabisa.blogspot.com/2012/05/cara-membuat-teks-berjalan-di-blog.html#ixzz1wpfxTtbo
Tampilkan postingan dengan label kisah inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah inspiratif. Tampilkan semua postingan

Pemerah Susu Berhati Seputih Susu



dakwatuna.com - “Tetapi Ibu, bukankah kita telah mengangkatnya sebagai amirul-mukminin, pemimpin orang-orang beriman? Berarti semua perintah-perintahnya yang sejalan dengan perintah agama harus kita patuhi, baik ia tahu ataupun tidak tahu. Tanggung jawab kita bukan kepada Khalifah, melainkan kepada Allah.”
Masih terngiang di telinga Umar bin Khatab jawaban lembut tapi tajam dari seorang gadis kepada ibunya yang menyuruh agar ia mencampurkan air ke dalam susu yang akan dijualnya. Umar terpesona dengan keluhuran akhlak gadis, anak penjual susu yang dicuri dengarnya semalam.
Saat itu malam gelap gulita. Madinah telah tertidur lelap. Para penduduknya telah dibuai mimpi, kecuali seorang yang masih terjaga. Karena, gelisah diusik rasa tanggung jawab maha dahsyat yang menggantung di lehernya. Dia selalu gelisah seperti itu, sehingga tidak pernah sekejab pun dapat berdiam diri. Ditelusurinya jalan-jalan dan lorong sempit kota Madinah yang sepi itu. Bertemankan kegelapan malam yang hitam pekat bagai tirai dan angin dingin menyusup tulang.
Orang itu keluar dan berjalan mengendap-endap. Setiap rumah diamatinya dari dekat. Dipasangnya telinga dan matanya baik-baik, kalau-kalau ada penghuninya yang masih terjaga karena lapar, atau yang tak dapat memicingkan matanya karena sakit, atau barangkali ada seseorang kelana yang terlantar.
Ia selalu mengamati kalau-kalau ada kepentingan umatnya yang luput dari perhatiannya karena ia yakin betul bahwa semuanya itu nanti akan dimintakan pertanggungjawabannya. Diperhitungkan senti demi senti, butir demi butir, dan tak mungkin ada yang terlewat dari penglihatan Allah swt.
Orang itu adalah Umar bin Khaththab ra.; amirul mu’minin.
Sudah panjang jalan dan lorong dilaluinya malam itu hingga tubuhnya letih. Keringat mengalir di sekujur badan meski udara dingin membalut. Oleh karena itu, disandarkannya tubuh besarnya pada dinding gubuk rombeng. Saking lelahnya, ia duduk di tanah mencoba istirahat sejenak. Jika letih kakinya agak berkurang, ia bermaksud melanjutkan perjalanan ke masjid. Tidak lama lagi fajar menampakkan diri, azan Subuh segera berkumandang.
Saat bersamaan seorang gadis remaja berpakaian compang camping baru saja memerah susu kambingnya untuk dijual besok pagi. Di luar rumahnya yang rombeng, hampir roboh serta dikelilingi belukar meranggas. Penghuninya cuma dua orang, ibu tua dan anak gadisnya yang meningkat remaja. Tidak ada orang lelaki di rumah mereka, sebab ayah si gadis sudah meninggal dunia.
Tiba-tiba Khalifah yang sedari tadi bersandar, mendengar ada suara lirih dari dalam gubuk itu. Suara itu seperti percakapan dua orang wanita. Yang satu ibu bagi yang lain, agaknya mereka membicarakan susu yang baru saja diperah dari kambing untuk dijual ke pasar pagi hari nanti.
Si ibu meminta anak gadisnya mencampur susu itu dengan air. Dengan begitu, akan jadi lebih banyak dan tentunya uang yang diperoleh nantinya akan bertambah, setidaknya cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka hari itu.
“Tidakkah kaucampur susu daganganmu dengan air? Subuh telah datang!” kata sang ibu. Anak gadisnya menjawab, “Bagaimana mungkin aku mencampurnya, sedangkan Amirul Mukminin telah melarang mencampur susu dengan air?” Sang ibu menimpali, ”Orang-orang telah mencampurnya. Kau campur saja. Toh, Amirul Mukminin tidak akan tahu.” Sang gadis menjawab,” Jika Umar tidak tahu, Tuhan Umar pasti tahu. Aku tidak akan mencampurnya karena Dia telah melarangnya.”
Dialog ibu dan anak ini sungguh sangat menyentuh Umar. Khalifah yang terkenal keras itu pun luluh dan terharu hatinya. Beliau sangat kagum dengan ketakwaan gadis miskin anak penjual susu itu. Ucapan terakhir gadis itulah yang membuat airmata Umar berderai. Ia tak kuasa menahan haru yang memenuhi dadanya. Airmata itu bukan airmata kesedihan. Tapi, airmata bangga dan penuh kegembiraan. Kebanggaan akan perilaku kesalehan gadis pemerah susu yang luar biasa.
Di usianya yang masih remaja, gadis itu tumbuh dalam sosok kesahajaan. Ditempa dalam suasana kerja keras, membanting tulang siang malam menyiapkan perahan susu jualannya. Tak ada keluh kesah, semuanya dilakoni dengan penuh bakti kepada ibu tercinta. Hal yang menarik lagi adalah kematangan jiwanya melebihi batas usia remajanya.
Kesahajaannya tampak dalam penampilan, tutur kata dan cita-cita. Dalam dirinya hanya ada satu keinginan yang kuat yaitu agar Allah meridhai semua yang dilakukannya. Ajakan sang ibu ditepisnya mentah-mentah karena dinilai bertentangan dengan hukum.

Namun begitu hal tersebut tidak lantas membuat hati si ibu tersinggung. Bahkan dia merasa tercerahkan dengan kesalehan putri semata wayangnya ini.

Tentu ceritanya jadi berbeda kalau kita tarik dengan fenomena ‘mama mia’ sekarang ini. Sekelompok ibu-ibu yang terobsesi dengan anak-anak mereka agar bisa tampil sebagai bintang film, bintang sinetron, bintang iklan dan sebagainya. Tidak peduli kalaupun harus mengumbar aurat, berlenggak lenggok ditonton banyak orang yang penting mendatangkan kocek yang tebal. Walaupun mereka harus merengek-rengek, membujuk, merayu dengan berbagai cara dengan satu keinginan ‘bisa jadi selebritis’. Astaghfirullah.
Sementara si pemerah susu ini, hanya berkutat di rumah, melayani ibu dan dagangannya. Tak ada baju mewah, tak ada perhiasan, tak ada parfum yang menjadi kelaziman di usianya. Barangkali kalau sekarang dia tak kenal bioskop, tak kenal diskotik, mall apalagi hotel. Walaupun kini menjadi lumrah bagi remaja yang memiliki orang tua dengan kelas ekonomi yang cukup berada, terutama di kota-kota besar, mall sudah menjadi rumah kedua. Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka juga dapat mengikuti mode yang sedang beredar. Padahal mode itu sendiri selalu berubah sehingga para remaja tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Alhasil, muncullah perilaku yang konsumtif.
Perilaku konsumtif pada remaja sebenarnya dapat dimengerti bila melihat usia remaja sebagai usia peralihan dalam mencari identitas diri. Remaja ingin diakui eksistensinya oleh lingkungan dengan berusaha menjadi bagian dari lingkungan itu. Kebutuhan untuk diterima dan menjadi sama dengan orang lain yang sebaya itu menyebabkan remaja berusaha untuk mengikuti berbagai atribut yang sedang in. Remaja dalam perkembangan kognitif dan emosinya masih memandang bahwa atribut yang superfisial itu sama penting (bahkan lebih penting) dengan substansi. Apa yang dikenakan oleh seorang artis yang menjadi idola para remaja menjadi lebih penting (untuk ditiru) dibandingkan dengan kerja keras dan usaha yang dilakukan artis idolanya itu untuk sampai pada kepopulerannya.
Menjadi masalah ketika kecenderungan yang sebenarnya wajar pada remaja ini dilakukan secara berlebihan. Pepatah “lebih besar pasak daripada tiang” berlaku di sini. Terkadang apa yang dituntut oleh remaja di luar kemampuan orang tuanya sebagai sumber dana. Hal ini menyebabkan banyak orang tua yang mengeluh saat anaknya mulai memasuki dunia remaja. Dalam hal ini, perilaku tadi telah menimbulkan masalah ekonomi pada keluarganya.
Perilaku konsumtif ini dapat terus mengakar di dalam gaya hidup sekelompok remaja. Berabenya life style ini terbawa sampai dewasa. Sementara gaya hidup konsumtif ini perlu dukungan modal dan kekuatan finansial yang tidak sedikit. Maka masalah lebih besar akan terjadi bila pencapaian tingkat finansial itu dilakukan dengan segala macam cara yang tidak sehat. Mulai dari pola bekerja yang berlebihan sampai menggunakan cara instan seperti korupsi dan penipuan. Pada akhirnya perilaku konsumtif bukan saja memiliki dampak ekonomi, tapi juga dampak psikologis, sosial bahkan akhlaq.
Sebaliknya, gadis tokoh kita ini hidup di sebuah desa sebagai pemerah susu. Dengan rumah dari pelepah kurma, berlantai tanah. Makan dari hasil jualan susunya tiap hari. Pakaian compang camping dan bayangkan tiap hari bertemankan kambing-kambing yang harus diperahnya. Namun hidupnya tenang, tidak ada iri dan panas hati melihat rezeki orang lain. Keluarga ini rajin beribadah. Dan, dunia seolah sudah berhenti berputar karena dari hari ke hari hidup dengan keadaan yang terus begitu. Keluarga miskin ini pun hidup tenteram di tanah padang pasir yang tandus. Tapi, itulah anugerah Tuhan dan mereka mensyukurinya. Apa tidak hebat mereka.
Apa jadinya dengan seorang ibu rumah tangga yang suaminya cukup terpandang dan berpenghasilan baik. Ia dapat makan lebih dari cukup. Rumahnya cukup besar. Dapat menyekolahkan anak-anak dan memberi mereka uang saku yang cukup. Namun, ia merasa dirinya masih sial dan miskin. Sepanjang hari ia irihati kepada mereka yang sederajat dengan suaminya, tetapi memiliki mobil lebih bagus, perabot rumah lebih ngejreng dan simpanan di bank ratusan juta rupiah. Ibu ini menderita batin, karena merasa dirinya tidak beruntung, merasa dirinya masih miskin.
Dalam kehidupan kita, tak sedikit orang yang dendam dengan kemiskinan. Kemiskinan dilihat sebagai monster mengerikan yang harus dibunuh. Bahkan dengan cara apapun. Pertarungan dengan monster kemiskinan ini, melibatkan banyak taktik dan tipu muslihat. Bagi yang rapuh menghadapi serangan monster ini, Iblis amat kuat sebagai pendukung dan pembisik.

Tak heran jika, orang kemudian korupsi. Pejabat main sikat. Pemimpin pun, lupa pada amanahnya sebagai pemimpin rakyat. Seorang pemimpin bisa berbalik, menjadi pemimpin untuk kelanggengan dinasti kekayaan dan keluarganya, agar kemiskinan tak terwarisi turun temurun.

Hidup miskin telah dianggap sebagai aib, bukan dilihat sebagai guru kehidupan. Karena aib, tatkala seorang miskin merangkak kaya, ia malu ‘kecepretan’ orang miskin lain. Standar hidupnya naik, gaya hari-harinya berubah. Tiap aktivitasnya, dipenuhi polah tingkah yang neko-neko.

Di masyarakat, hal demikian selalu hadir dalam rutinitas hidup di desa dan perkotaan. Berjuta keluarga miskin rela tak makan, tapi ia terpuaskan menonton sinetron melalui televisi layar datar di rumahnya yang reot. Meski hasil kreditan. Musik dangdut dengan sound system menggelegar, bersaing antar satu kontrakan dengan kontrakan lain. Hiburan diri yang sesaat diperjuangkan, sementara nasib pedidikan anak-anaknya dilupakan.

Mentalitas demikian, tak hanya melekat dalam diri masyarakat kecil. Ia juga telah membudaya dalam kehidupan sebagian besar elit di negeri ini. Dendam kemiskinan, memaksa mereka menumpuk-numpuk kekayaan. Aji mumpung tak terbendung. Pun, hingga liang lahat kekayaan itu harus tercitrakan dalam bentuk kuburan berdinding batu pualam. Jika perlu dilapisi emas. Tak peduli, apakah kepergiannya ke alam baka, meninggalkan sanak keluarga dan tetangga yang kelaparan.
Lebih dari itu, sebenarnya apa yang harus dicari dalam hidup ini. Kaya raya tetapi tidak pernah tenang hatinya, selalu panas, iri dan merasa masih belum kaya. Atau sebaliknya, menyadari kekurangan lalu menerima kekurangan itu apa adanya dan menjalankan hidup ini sebaik mungkin, yakni tidak menyakiti orang lain dan takwa kepada Nya. Sebab sesungguhnya, kemiskinan bukan suatu penderitaan. Semua tergantung pada sikap kita. Harta milik adalah rezeki, keberuntungan juga akibat usaha kita. Manusia boleh berusaha tetapi rezeki tetap bukan kita yang menentukan. Tuhan tetap memberikan rezeki, baik kepada orang jahat maupun saleh.
Nyatanya kita berusaha hidup baik dan keras berikhtiar, tetapi rezeki yang kita dapat pas-pasan. Sebaliknya, ada orang yang suka manipulasi, pemalas, mau enaknya sendiri saja, namun rezekinya terus mengalir. Sikap kita menghadapi rezeki dan kekayaan. Sikap kita dalam menghadapi ketidakberuntungan dan kemiskinan, akan menentukan apakah kita akan menderita atau tidak.
Penderitaan itu bukan hanya berasal dari persoalan harta milik. Penderitaan bukan hanya berasal dari kemiskinan. Penderitaan berasal dari sikap hidup kita sendiri. Sikap untuk menerima kenyataan sebagai kenyataan yang harus diterima. Pada waktu kita beruntung, kita harus terima dengan rasa syukur. Pada waktu kita tidak beruntung, kita terima sebagai kenyataan yang harus demikian. Dengan sikap hidup yang siap menerima apa adanya, sambil kita sendiri berusaha berperilaku seperti yang kita anggap paling baik, tentunya sesuai hati nurani paling bersih maka dunia menjadi terang. Kita pun akan hidup seperti gadis pemerah susu yang hidup sederhana di padang pasir yang tandus itu.

Pendek kata, penderitaan bukan hanya berasal dari kemiskinan. Penderitaan ada dalam hati manusia, dalam sikap hidup. Sesungguhnya merasa disingkirkan, tak disenangi lingkungan adalah penderitaan juga. Merasa tertekan, tidak bebas adalah penderitaan. Merasa berbuat salah adalah penderitaan. Menanggung sakit berat adalah penderitaan. Dihina dan direndahkan orang adalah penderitaan. Dan, seribu satu macam sumber penderitaan lain.

Terlalu sempit jika memandang bahwa penderitaan itu adalah gambaran sebuah kemiskinan. Padahal, wilayah penderitaan manusia itu sangat luas, bukan hanya soal kemiskinan atau kepemilikan harta benda. Penderitaan itu tidak pandang bulu. Yang kaya, yang miskin, yang berkuasa, yang terkenal, yang gagah, yang buruk rupa, yang tua, yang muda, semua mengenal penderitaan. Setiap manusia mengenal penderitaan.
Kemiskinan sebagai penderitaan sebenarnya pandangan kapitalistik. Hidup itu untuk memiliki harta benda sebab harta dan kekayaan itu akan menghasilkan kekayaan lagi. Kekayaan, itulah tujuan akhir kapitalisme. Bagi mereka yang masuk ke dalam golongan ini, kekayaan berlimpah adalah kebahagiaannya. Itulah citra kebahagiaan manusia sekarang. Akibatnya, orang mencoba “membeli” kekayaan dengan cara apa pun, hanya agar dikira bahagia. Memang, tampaknya hal yang mengada-ada.
Namun, kondisinya memang nyata. Orang akan merasa bahagia kalau memiliki banyak uang tabungan, deposito berdigit M, usaha di mana-mana, dan terus menghasilkan uang. Akibatnya, muncul kebahagiaan dengan berbagai simbol kekayaan “Rumahnya di daerah mana sih?; Mobilnya merk apa ya? Eh, sepatunya buatan mana? Week end-nya dimana”, atau pertanyaan-pertanyaan lain yang cukup risih didengar oleh mereka yang tidak biasa mendengar. Namun, pertanyaan itu akan menjadi biasa jika mereka yang “the have” melontarkannya. Ironis memang, tetapi itulah manusia dengan sisi kehidupannya.
Kemiskinan hanya salah satu dari sumber penderitaan. Dan, kemiskinan itu relatif lebih mudah menghilangkannya dari daftar sumber penderitaan manusia. Tidak usah heran bila ada sekelompok manusia yang bahagia setelah menjadi miskin. Dalam sejarah, terdapat sejumlah orang yang meninggalkan kekayaan dan sengaja menjadi miskin untuk mencari kebahagiaan hidup. Dengan kemiskinan itu justru hatinya lebih bersih, tak terikat nafsu duniawi. Tinggal melawan nafsu yang mementingkan diri sendiri seperti nafsu untuk dipuja, dikenal, dihormati, disanjung. Lebih dari itu, nafsu badaniah berupa kenikmatan, kemudahan dan kenyamanan hidup.
Sikap Umar yang menangis saat menyaksikan langsung ‘pagelaran takwa’ yang dimainkan secara apik oleh gadis ndeso itu tidaklah berlebihan, karena ternyata di kalangan rakyat jelata yang dipimpinnya ketaqwaan masih mengakar kuat. Di tengah kesulitan hidup tidak lantas pembolehan atas kecurangan, pewajaran atas semua bentuk penipuan. Gadis itu telah mempraktikkan secara nyata bahwa kemiskinan jangan sampai merusak kemuliaan yang telah Allah berikan kepada manusia. Hati yang mulia adalah jawaban dari semua ujian hidup yang dialaminya.
Putih dan bersihnya hati akan mencerminkan perilaku yang benar. Sebaliknya, kotornya hati akan mencerminkan kecenderungan perilaku yang salah. Semuanya terpulang pada insan yang memiliki hati. Apakah mampu membasuh hati untuk kebaikan yang hakiki atau menjerumuskannya ke lembah berbatu cadas untuk menjemput murka Allah dengan kesalahan yang dilakukannya. Wallahu a’lam.

[ Read More ]

Posted by Unknown 0 komentar»

KISAH NYATA SEORANG PEMUDA ARAB

         Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk.

Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini.”

Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya.

Hingga akhirnya pendeta itu berkata, “Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.” Barulah pemuda ini beranjak keluar.

Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim.” Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.”
Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.

Sang pendeta berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat.”
Si pemuda tersenyum dan berkata, “Silahkan!
Sang pendeta pun mulai bertanya,
1.    “Sebutkan satu yang tiada duanya,
2.    dua yang tiada tiganya,
3.    tiga yang tiada empatnya,
4.    empat yang tiada limanya,
5.    lima yang tiada enamnya,
6.    enam yang tiada tujuhnya,
7.     tujuh yang tiada delapannya,
8.    delapan yang tiada sembilannya,
9.    sembilan yang tiada sepuluhnya,
10.sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11. sebelas yang tiada dua belasnya,
12.dua belas yang tiada tiga belasnya,
13.tiga belas yang tiada empat belasnya.
14.Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
15.Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
16.Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?
18.Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
19.Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
20. Siapakah yang tercipta dari batu,
21.siapakah yang diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?
22.Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar! Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”

Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,
  • Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
  • Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman, “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).” (Al-Isra’: 12).
  • Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
  • Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.
  • Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
  • Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Allah SWT menciptakan makhluk.
  • Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (Al-Mulk: 3).
  • Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman, “Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).
  • Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang. (*
  • Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al-An’am: 160).
  • Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf as.
  • Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu’jizat Nabi Musa as yang terdapat dalam firman Allah, “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60).
  • Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
  • Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing.” (At-Takwir: 18).
  • Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
  • Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf AS, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, ” tak ada cercaaan terhadap kalian.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
  • Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai.” (Luqman: 19).
  • Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
  • Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya’: 69).
  • Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
  • Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT, “Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 28).
  • Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.
Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta. Pemuda ini berkata, “Apakah kunci surga itu?” mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.

Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!” Pendeta tersebut berkata, “Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah.” Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.” Sang pendeta pun berkata, “Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa anna Muhammadar Rasulullah.”

Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.(**
(* Penulis tidak menyebutkan yang kesembilan (pent.)
(** Kisah nyata ini diambil dari Mausu’ah al-Qishash al-Waqi’ah melalui internet.


[ Read More ]

Posted by Unknown 0 komentar»

Setelah 2 Kali Baca Al-Qur'an dan Menelaahnya, Bintang Film AS Masuk Islam

 Dibesarkan di keluarga Katolik, bintang film televisi Amerika Serikat ini merasa bingung dengan keyakinannya. Pada usia 14 tahun, ia mulai mempertanyakan konsep trinitas.

"Mengapa agama saya begitu rumit?," keluhnya pada diri sendiri. Sepanjang hidup, ia belajar memahami agama nenek moyangnya itu. Tetapi ketika sampai pada konsep ketuhanan ia benar-benar bingung. "Terutama tentang mengapa Tuhan akan datang sebagai manusia dan akan membiarkan dirinya untuk mati bagi dosa-dosa pengikutnya," terangnya menceritakan kisah hidupnya.

Keyakinannya mengenai ketuhanan terus bergeser. Di masa remaja ia menyederhanakan konsep trinitas "tiga dalam satu" menjadi "dua dalam satu." Menginjak dewasa, ia semakin yakin bahwa pencipta harusnya hanya satu.

Wanita itu bernama Angela Collins. Ia menjadi buah bibir di Amerika Serikat. Bukan tentang film televisi yang dibintanginya, tapi tentang keislamannya. Ia bersyahadat tak lama setelah Tragedi 11 September 2001.

Collins pada akhirnya berkesempatan mempelajari Islam. "Saya melihat Islam sebagai agama yang datang untuk mengklarifikasi kesalahan manusia yang mengubah firman Allah yang asli agar sesuai kepentingan mereka. Islam adalah sederhana: Allah adalah Allah. Allah menciptakan kami dan kami menyembah Allah dan Allah saja. Allah mengutus Musa, Yesus, dan Muhammad (saw) untuk menyampaikan pesan-Nya untuk membimbing semua orang," katanya setelah mengetahui Islam.

Collins dengan sungguh-sungguh mempelajari kitab suci Al-Qur'an. "Setelah membaca Al-Quran dua kali dan menelaahnya secara rinci, saya percaya bahwa karya ini hanya bisa datang dari Pencipta saya" kenang Collins yang kemudian mantap memilih Islam sebagai agamanya.

Menjadi mualaf bukan berarti tanpa tantangan bagi Collins. Amerika Serikat yang salah memahami Islam menjadi tantangan beratnya. Termasuk keluarga Collins sendiri. "Sudah bukan rahasia lagi bahwa Islam secara serius disalahpahami di tanah air saya, Amerika Serikat. Maka, pilihan saya pada agama 'kontroversial' ini membuat keluarga dan teman-teman bingung," jelasnya.

Meskipun demikian, langkah Collins telah kokoh. Kebenaran Islam telah menenangkan jiwanya dan mengokohkan langkahnya menghadapi setiap tantangan yang justru dijadikan peluang bagi Collins untuk mendakwahkan Islam di negeri yang sementara ini memusuhi agama yang benar ini. [AN/Rpb]
 
ssumber : http://www.bersamadakwah.com/2011/07/setelah-2-kali-baca-al-quran-dan.html
 
 
[ Read More ]

Posted by Unknown 0 komentar»

Nama saya Maryam Noor, dan itu nama Islam saya, sedangkan nama asli saya adalah Margaret Templeton.
Saya lahir di Skotlandia dalam sebuah rumah yang ateis. Di rumah kami, kami tidak pernah diizinkan berbicara tentang Tuhan, dan bahkan jika kita belajar tentang hal itu di sekolah, kami tidak diperbolehkan untuk membicarakannya di rumah atau kami akan dihukum.


Selama yang saya ingat, saya telah mencari kebenaran tentang mengapa saya di sini di dunia ini, apa fungsi saya di sini, apa yang saya harus lakukan.

Segera setelah saya berumur cukup dewasa, saya mulai mencari beberapa informasi tentang "orang yang menyebut Tuhan" dan sepanjang hidup saya, saya telah mencari Kebenaran, bukan agama tertentu. Kebenaran, sesuatu yang masuk akal bagi saya, sesuatu yang membuka hati saya dan yang membuat hidup saya menjadi berharga. Saya telah mengunjungi hampir setiap gereja di wilayah kerajaan, baik di sini maupun di daerah saya, namun tidak pernah terpikir oleh saya untuk mengkaji tentang Islam.

Saya kemudian menjadi tertarik mengkaji Islam, tetapi perang terjadi di Irak, dan saya membaca hal-hal mengerikan yang dikatakan di media tentang Muslim, tapi saya juga dididik tentang agama-agama lain sehingga mengetahui bahwa hal-hal itu kebanyakan tidak benar, dan membuat saya pergi mencari seorang guru yang bisa mengajarkan saya sesuatu tentang cara hidup Islam, sehingga saya akan mampu untuk menolak hal-hal keliru serta dusta yang orang katakan tentang Islam.

Salah satu hal yang saya lakukan adalah bahwa saya berbicara dengan semua orang. Saya biasa tersenyum untuk setiap orang dengan mengatakan "Halo", "Apa kabar", dan "Bagaimana anda hari ini" .. seperti Yesus yang menyebarkan kebahagiaan kepada setiap orang yang ia jumpai. Saat itu saya telah menjadi seorang Katolik Roma tapi saya sangat tidak bahagia dan saya meninggalkan Gereja dan saya tidak tahu ke mana harus pergi.

Pada saat yang sama, saya mencari seorang guru yang bisa mengajarkan saya tentang Islam, saya berdoa terus-menerus sepanjang hari agar Tuhan menolongnya saya, saya mengucapakan "bantu saya ... Bantu saya... Bantu saya.." berulang-ulang sepanjang hari selama hampir dua tahun, karena saya tidak tahu harus berbuat apa atau ke mana saya harus pergi.

Teman dari teman saya kemudian membawa seorang alim - seorang ulama. Namanya Nur El-Din, dan dia adalah seorang warga kelahiran Arab yang ada di negeri ini. Dia mengundang saya untuk datang ke rumahnya. Dia menyarankan saya untuk membeli beberapa buku Islam, dan saya bisa menelepon dia jika saya memiliki pertanyaan. Dan inilah awal hubungan kami. Ada tujuh jilid buku yang saya beli, yang ternyata merupakan tafsir Al-Quran.

Jadi saya mulai untuk belajar. Saya membuka buku pertama. Saya tidak memulai dari belakang, saya mulai dari depan, dan saya segera membaca surat Al-Baqarah. Dan sebelum Al-Baqarah, ada surat Al-Fatihah, dan sewaktu saya membaca surat Al-Fatihah, rasanya saya seperti disambar petir, air mata mengalir dari mata saya, air mata seperti air Terjun Niagara. Jantung saya berdetak sangat cepat, ... saya berkeringat, saya gemetar, ... Saya takut ini adalah kerjaan setan, yang mencoba menghentikan saya karena saya bisa menemukan jalan kebenaran, karena buku ini mungkin akan menuntut saya menuju jalan Kebenaran, sesuatu yang saya cari selama ini.

Saya akhirnya menelepon sang alim itu, dia mengatakan 'silahkan datang ke sini saya ingin melihat Anda'. Jadi saya pergi ke rumahnya di tengah musim dingin, dan saya tiba di sana dalam kondisi hampir membeku, tetapi penderitaan itu tidak berarti apa-apa bagi kebenaran yang akan saya temukan. Dan saya menjelaskan pengalaman saya kepada sang alim. Saya mengatakan ini adalah setan, apa yang harus saya lakukan? Salah satu hal yang terjadi selama ini air mata saya mengalir, saya seperti bisa melihat hati saya di sini, berwarna merah, sangat besar, lebih cerah, tidak berbentuk sama sekali. Saya agak takut, dan saya berkata apa yang 

Anda pikir saya harus lakukan?

Dan ia berkata kepada saya "Margaret" ujarnya, "Anda akan menjadi seorang Muslim".
Dan saya berkata "Tapi saya tidak membaca buku-buku ini untuk menjadi seorang Muslim".
"Saya membacanya agar mampu membantah kebohongan yang media beritakan tentang orang-orang Muslim."

"Saya tidak ingin menjadi seorang Muslim".

Dan dia berkata "Yah Margaret, Anda akan menjadi seorang Muslim, karena saya harus memberitahu Anda, telah ada campur tangan Tuhan dalam hidup Anda."

Saya waktu itu berusia 65 tahun. Saya sekarang 66 tahun. Saya telah menjadi muslim selama satu tahun.
Saya terus belajar dengan alim, dari sekitar November sampai Februari, dan saya tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk mengucapkan kalimat syahadat, dan saya bertanya kepada Alim apakah menurutnya terlalu dini bagi saya untuk datang, karena saya benar-benar tidak ingin menjadi seorang Muslim, tapi saya yakin saya akan belajar dan Tuhan akan mengampuni saya bahwa saya tidak menghargai karunia yang besar sehingga Ia mengaruniakan saya.

Dia kemudian mengatakan "Ulangi ucapan saya" dan dia mengucapkan kalimat syahadat yang kemudian saya ulangi setelah dia.

Lalu saya berkata "Apa yang saya katakan barusan?" Dan dia mengatakan dalam bahasa Inggris apa yang saya katakan, dan saya berkata "Berarti saya telah menjadi seorang Muslim?" dan dia berkata "Ya dan namamu Maryam Noor".

Saya tidak bisa mengatakan bahwa saya adalah seorang Muslim yang baik karena hal itu sangat sulit. Saya kehilangan semua teman Katolik saya, semua teman yang saya berbicara dengannya. Putri saya berpikir bahwa saya telah gila!.

Hal kedua yang membuat hidup saya sangat sulit adalah bahwa saya hidup di dunia sekuler dan tidak di dunia Muslim dan saya ingin dengan sepenuh hati untuk hidup di dunia Muslim dan memiliki komunitas Muslim. Saya satu-satunya Muslim di daerah tempat saya tinggal. Tetapi Allah sudah sangat baik kepada saya karena di tengah semua kesulitan ini, saya senang, saya sedang belajar.

Saya membaca segala sesuatu dalam bahasa Inggris karena usia saya yang sudah tua, saya agak susah menghafal. sehingga saya menggunakan buku. Dan saya meminta kepada Allah "Dengan nama Allah, yang maha pengasih dan maha penyayang, saya saat ini benar-benar seperti seorang bayi, saya adalah seorang bayi berusia 65 tahun dan saya mengalami agak kesulitan sedikit dan saya meminta Allah harus membantu saya dan ini adalah salah satu cara Dia membantu saya.(fq/oi)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/ateis-skotlandia-menemukan-islam-di-usia-65-tahun.htm

[ Read More ]

Posted by Unknown 0 komentar»

Pedagang Tempe Ingin Naik Haji



7/5/2012 | 16 Jumada al-Thanni 
1433 H | Hits: 903
Oleh: E Hamdani
 



Ilustrasi - Ibadah Haji (inet)
dakwatuna.com - Ada kabar baik, bisa juga dianggap kabar buruk, tinggal dari sisi mana orang menilai. Daftar tunggu haji di beberapa propinsi telah menembus tahun di atas 2020. Artinya jika kita hari ini mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji reguler yang dilayani pemerintah maka baru bisa berangkat setelah tahun 2020. Meskipun kita membayar lunas saat ini juga.

    Untuk bisa memesan satu nomor antrian haji, kita harus membayar minimal 25 juta rupiah sebagai setoran awal, maka kita akan mendapatkan nomor urut. Hal ini secara ‘cerdas’ ditangkap sebagai peluang oleh pihak perbankan, mereka kemudian mengeluarkan layanan yang sering disebut dana talangan haji. Pihak bank ‘meminjami’ uang setoran awal tersebut dan calon haji melunasinya dengan sistem angsuran beberapa tahun, jadi ketika tiba tahun keberangkatan pinjaman tersebut sudah lunas dan tinggal menggenapi sisa kekurangan biaya haji.

    Lamanya antrian haji sebetulnya ada sisi positif yang bisa ditebak. Kesejahteraan masyarakat yang meningkat, atau kesadaran beribadah yang kian tinggi. Masyarakat semakin relijius. Meskipun ada juga yang apriori dengan hal tersebut, dengan berbagai prasangkan buruknya.

    Syahdan, jika beberapa tahun lalu dalam pemberitaan kita sering mendapati seorang pedagang kaki lima, penjual tempe, atau pedagang bakso keliling naik haji, untuk tahun-tahun mendatang mungkin jumlah mereka akan berkurang dengan beberapa alasan.

    Pertama, bagi para pedagang tempe kecil-kecilan untuk mengumpulkan dana 25 juta untuk setoran awal, mungkin butuh waktu bertahu-tahun. Sementara antrian haji kian memanjang dengan adanya dana talangan dari pihak bank.

    Kedua, para pedagang tempe kecil kemungkinan punya inisiatif mengajukan dana talangan haji ke pihak bank, dan kalaupun mengajukan, prosentase disetujuinya kecil.


    Jika Allah mengizinkan, saya juga ingin bisa menunaikan ibadah haji, dan akan berusaha sekuat mungkin untuk menghindari menggunakan dana talangan haji dari bank. Mohon doanya.

[ Read More ]

Posted by Unknown 0 komentar»

AZZUBAIR IBNUL AWWAM PENGIKUT SETIA RASULLLAH SAW.






Thalhah dan Azzubair

Mereka adalah dua serangkai. Bila yang seorang disebut maka yang kedua pun disebut. Mereka sama-sama beriman pada tahun yang sama dan wafat pada tahun yang sama pula.

Kedua-duanaya tergolong kesepuluh Mereka adalah orang yang “mubasysyarin bil Jannah”

Azzubair masuk Islam dalam usia 15 tahun dan dia hijrah dalam usia 18 tahun sesudah menderita penganiyaan dan penyiksaan bertubi-tubi karena mempertahankan keimanannya.

Pamannya sendirilah yang menyiksanya. Azzubair digulung ke dalam tikar, lalu kakinya digantung di atas dan dibawah kepalanya ditaruh api yang membara. Pamannya berkata “Kembali kamu kepada penyembahan berhala!”

Tapi Azzubair menjawab “Saya tidak akan kembali kafir lagi sama sekali.”

Peperangan Pertama Antara Syirik dan Iman

          Azzubair  adalah prajurit dakwah yang selalu menyandang senjata untuk melawan orang-orang yang menghendaki gugurnya dakwah Islami selagi dalam kandungan. Kepahlawannya telah tampak pertama kali pada waktu perang Badar.

Dalam peperangan itu, psukan Quraisy menenpatkan pendekarnya di barisan terdepan yang dipimpin oleh Ubaidah bin Said Ibnul Aash. Dia dikenal sebagai orang  yang paling berani, paling pandai dalam menunggang kuda dan paling kejam terhadap lawan. Kaum Quraisy senganja menempatkannya di barisan terdepan untuk menantang pahlawan-pahlawan berkuda kaum muslimin.

Azzubair  segera memandang ke arah Ubaidah. Ternyata seluruh tubuhnya berbaur senjata (baju besi) sehingga sulit ditembus dengan senjata. Yang  tampak dari Ubaidah hanya kedua matanya saja.

Azzubair berfikir bagaimana caranya mengalahkan musuhnya yang berbaju besi itu dan ia menemukan cara yang jitu. Setelah siap, Azzubair turun ke medan tempur dan terjadilah perang tanding yang seru sejaki.

Dalam dua kali putaran Azzubair mengarahkan lembingnya ke mata Ubaidah dan berhasil menusuk kedua mata itu sampai ke belakang kepalanya. Ubaidah, pendekar Quraisy itu berteriak dan jatuh tersungkur tanpa gerak. Menyaksikan terbunuhnya Ubaidah yang tragis ini, barisan kaum musyrikin ketakutan.

Lembing milik Azzubair kemudian diminta oleh Rasulullah Saw. Lembing itu kemudian berada di tangan Abubakar, Umar, Utsman, Ali dan Abdullah ibnu Azzubair meminta lembing itu untuk disimpannya.

Terbunuhnya pendekar Quraisy Ubaidah menambah semangat juang umat Islam dalam setiap peperangan dan mereka selalu dapat memenangkannya.

Rasulullah Saw Sangat Mencintai Azzubair

          Rasulullah Saw bangga terhadap Azzubair, dan ia bersabda:

          “Setiap nabi mempunyai pengikut pendamping yang setia (Hawari)
Dan hawariku adalah Azzubair ibnul Awwam”

Kecintaan Rasulullah Saw kepada Azzubair bukan hanya disebabkan ia anak bibi Rasululalh Saw atau karena suami dari Asma  (putri Abubakar) yang pernah mengantar makanan ke gua Thur untuk Nabi Saw dan Abubakar, tapi karena Azzubair memang seorang pemuda yang setia, ikhlas, jujur, kuat, berani, murah tangan dan telah menjual diri dan hartanya kepada Allah Swt.

Dia orang yang berakarakter tinggi dan berakhlak mulia. Keberanian dan kedermawanannya berimbang seperti dua ekor kuda balap yang sedang berpacu.

Dia adalah seorang pengelola perdagangan yang berhasil dan hartawan, tapi hartanya selalu diinfakkan untuk perjuangan Islam. Bahkan ia wafat dalam kedaan menanggung hutang.

Jiwa tawakalnya kepada Allah amat kuat dan ketika mendekati ajalnya, ia berwasiat kepada anaknya, Abdullah agar melunasi hutang-hutangnya.

Yang Pertama Menyambut Panglima Jihad

          Bila diserukan “Ayo berjihad fi sabilillah!” Maka ia akan segera menjadi orang pertama yang datang menyambut seruan itu. Oleh karena itulah, Azzubair selalau mengikuti seluruh peperangan bersama Rasulullah Saw. Selama hidupnya ia tidak pernah absen berjihad.

          Ketika kaum muslimin mengepung perbentengan bani Quraidah yang kokoh dan sulit dikuasai, Azzubair bersama bersama Ali bin Abi Thalib menyerbu dengan memanjat benteng tersebut. Dengan berani ia membuka pintu-pintu benteng itu sehingga kaum muslimin dapat memasuki dan menguasai pebentengan tersebut.

          Begitu pula kesigapan Azzubair dalam menyambut seruan jihad pada perang Alahzaab dan peperangan lainnya sehingga bila Rasulullah Saw melihatnya, beliau tersenyum ridho dan gembira, seraya bersabda:

“Tiap nabi mempunyai kawan dan pembela setia (Hawari) dan di antara hawariku adalah Azzubair.”

Azzubair tercatat dalam rombongan yang pernah berhijrah ke negri Habasyah sebelum hijrah ke Madinah.

Seorang Berniali Seribu Orang          
      
          Ketika Amru ibnul Aash meminta bala bantuan tentara kepada Amirul Mukmiminin, Umar ibnul Khattab, untuk memperkuat pasukan memasuki negeri Mesir dan mengalahkan tenatara Romawi yang pada waktu itu menduduki Mesir, Umar Ra mengirim 4000 prajurit yang dipimpin 4 orang komandan, dan ia juga menulis surat yang isinya:

“Aku mengirim 4000 prajurit bala bantuan yang dipimpin 4 orang sahabat yang terkemuka dan masing-masing bernilai 1000 orang. Tahukah Anda siapakah empat orang itu? Mereka adalah Azzubair ibnul Awwam, Ubadah ibnu Assamit, Almiqdaad ibnul Aswad dan Maslamah bin Mukhalid.”

Ketika menghadapi benteng Babilon, kaum muslimin sukar membuka dan menguasainya.Azzubair Ra memanjati dinding benteng dengan tangga. Lalu berseru “Allahu Akbar” dan disambut dengan kalimat tauhid oleh pasukan yang berada di luar benteng. Hal ini membuat pasukan musuh gentar, panik, dan meninggalkan pos-pos pertahanan mereka sehingga Azzubair dan kawan-kawan bergegas membuka pintu gerbang maka tercapailah kemenangan yang gilang-gemilang pada  kaum muslimian.

Wafatnya Azzubair Ra

          Ketika terjadi pertempuran hari “Aljamal” antara pasukan yang dipimpin Siti Aisyah Ra dengan pasukan Ali bin abi Thalib Ra, Azzubair bertemu dengan Ali dan menyatakan dirinya tidak lagi memihak dan akan berusaha mendamaikan kedua pasukan itu.

          Setelah itu maka dia pun pergi. Tetapi dia dibuntuti oleh beberapa orang yang menginginkan berlanjutnya fitnah dan perang. Azzubair ditikam ketika sedang menghadap Allah (dalam keadaan menunaikan shalat).









[ Read More ]

Posted by Unknown 0 komentar»

    translate

    English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified