kata Bijak

“Sesungguhnya puncak keteguhan adalah tawadhu’.” Salah seorang bertanya kepada Imam, “Apakah tanda-tanda tawadhu’ itu?” Beliau menjawab, “Hendaknya kau senang pada majlis yang tidak memuliakanmu, memberi salam kepada orang yang kau jumpai, dan meninggalkan perdebatan sekalipun engkau di atas kebenaran.” . “Tiga perkara dapat mengeruhkan kehidupan: penguasa zalim, tetangga yang buruk, dan perempuan pencarut. Dan tiga perkara yang tidak akan damai dunia ini tanpanya, yaitu keamanan, keadilan, dan kemakmuran.” “Ambillah nasihat baik dari orang yang mengucapkannya meskipun ia tidak mengamalkannya”. Read More At: http://cheaterserbabisa.blogspot.com/2012/05/cara-membuat-teks-berjalan-di-blog.html#ixzz1wpfxTtbo

Selamat Datang

Ahlan Wa Sahlan..

Situs2 Islam

www.harunyahya.com www.endoftimes.net www.secretbeyondmatter.com www.islamdenouncesantisemitism.com www.islamdenouncesterrorism.com www.evolutiondocumentary.com www.evolutiondeceit.com www.srf-tr.org www.bookglobal.net www.keajaibanalquran.com www.creationofuniverse.com www.bangsamusnah.com www.yesusakankembali.com www.darwinismrefuted.com www.unionoffaiths.com www.freebookcenter.net www.darwinism-watch.com www.signsofthelastday.com www.islamandbuddhism.com www.truthsforkids.com www.for-children.com www.eastturkestan.net www.islamandkarma.com www.eramuslim.com www.dakwatuna.com www.islamedia.com Menjadi Muslimah Sejati Arsip Artikel-Artikel Umat Islam Ibrahimovic Journal Wisata Hati Blogs Hanan’s Blog أهل السنة ظاهرون إلى يوم القيامة Ngaji Salaf :: أهل السنة ظاهرون إلى يوم القيامة Segarkan Hati !!!! Cintailah Arsip Moslem Arsip Moslem ..:: Menuju Era Dakwah Tanpa Batas ::.. Aldakwah.org :: Mitra Dakwah dan Pendidikan Media Islam - Situs dari dan Untuk Umat Islam :) Komunitas Tarbiyah London http://www.pks-anz.org/ Komite Tarbiyah Umat Islam Indonesia Jihad Kaum Muslimin di Bumi Palestina & Sekitarnya Wanita Islam Di Dalam Perjalanan Media Muslim Community Forum islammuda.com forumislam.tk The Spirit of Muslim :: MuslimSources.com My Alazka.com: Komunitas Gaul Muslim Alazka Muslimah Sejati, Jadilah Muslimah Kaffah!!! Aqidah Islam WebBlogs DKM ‘ibaadurrahmaan Fakultas Kehutanan IPB Syariah Online Al-Ikhwan.net Kisah Seputar Umat Islam pk-sejahtera.org :: KAMMI Jepang Madah Tarbiyah Kaderisasi Umat Menuju Keadilan Sejahtera Moslem Community WebBlogs Sejarah | Berita | Siroh & Kisah | KisahIslam.COM - Serambi Depan Info Palestina ::: Save Palestina From Laknatulloh Yahudi Islamic Space Online Tarbiyah.com Media Muslim INFO, Situs Islam Terdepan Terpercaya MyQuran.Org :: PKPU Online Ahlan wa sahlan fi ukhuwah.or.id Eramuslim: Situs Warta Muslim Read More At: http://cheaterserbabisa.blogspot.com/2012/05/cara-membuat-teks-berjalan-di-blog.html#ixzz1wpfxTtbo
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan

Saat Dakwah Menjadsi Solusi

“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.”  (QS. Ali Imran:104)
       
 Saudaraku, membawa negeri ini menjadi lebih baik adalah tugas kita. Korban-korban dari rayuan syetan yang tak henti-hentinya menggoda makhluk yang bernama manusia, dan itu harus kita hentikan. Rasulullah bersabda:

“Bila kamu melihat kemunkaran ubahlah dengan tanganmu, bila tak mampu ubahlah dengan lisanmu, bila tak sanggup, ubahlah dengan hatimu, sesungguhnya itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)
         
Tunggu apalagi? Kenapa harus ragu? Dunia menunggu kita, para kader dakwah. Mulailah sekarang juga untuk sebuah kebaikan. Jadilah diri kita pelopor kebaikan dan pengubah nurani. Ingat! Barangsiapa yang mnunjukkan kebaikan kepada seseorang, baginya pahala seperti pelakunya, tanpa mengurangi pahala pelakunya.

Dengan kita mengajak orang kepada Dien  Allah pasti kita akan dituntun Allah untuk menuju apda surga-Nya. Kita berada di era Jahiliyah modern, dunia menunggu generasi yang dirindukan oleh Islam juga Rasulullah. Generasi yang berani menyuarakan kebenaran di saat kebanyakan orang takut dan enggan membicarakannya. Dan merekalah penerus perjuangan Rasul tercinta juga penjaga sunnah dan ajaran yang beliau sampaikan.

Simaklah sabda Rasulullah SAW:
“ Sesungguhnya Islami itu pada mulanya datang dengan  dianggap asing dan akan kembali dengan asing pula seperti pada awal mulanya. Maka berbahagialah bagi orang yang dianggap asing.”
Dalam sebuah riwayat beliau ditanya, “Ya Rasulullah, dan siapa saja orang yang dianggap asing itu?” beliau menjawab ”Mereka adalah orang-orang yang memperbaiki di kalangan manusia rusak.”

Dan dalam riwayat yang lain disebutkan sesungguhnya beliau ditanya tentang orang-orang yang asing itu. Lalu beliau menjawab, “Yaitu orang-orang yang menghidupkan apa-apa yang telah dimatikan manusia dari sunnahku.”  (HR. Muslim, Ibnu Majah dan at-Thabrani)

Dalam buku Madrasah Jiwa Penduduk Surga  tulisan Mas Udik Abdullah dituliskan bahwa orang-orang yang memegang teguh ajaran islam saat ini ibarat orang yang memegang baraapi, apabila dipegang teguh akan terasa sangat panas, namun apabila dilepasakan membakar iman yang dimilikinya.

Jika sudah, kalu kita lihat saat ini para pelajar dan mahasiswa tidak berpacaran kebanyakan orang akan bilang tidak laku, kuno, bukan zaman Siti Nurbaya dan seabreg kata-kata lainya. Ketika ada remaja yang tidak mencoba miras dan narkoba dikatakan tidak gentle, begitu pula tidak tawuran, kebanyakan orang mengatakan banci. Wajar jika Mas Udik Abdullah menggambarkan orang-orang yang memegang ajaran Islam saat ini memang harus berani dikatakan jejek atau seperti menggenggam bara api. Tetapi jangan coba-coba mencicipi keburukan. Karena kita pasti aka ketagihan ….ingat sedikit saja kita membuka celah-celah untuk berbut keburukan pasti akan mendatangkan keburukan-keburukan yang lainnya dan itu berarti kita akan semakin menbuat tumpukan dosa kita bertambah.

Kebiasaan buruk atau dosa apabila sudah terlalu banyak susah sekali bagi kita untuk kembali lagi seperti semula. Maka kalau lihat saudara dan teman-teman kita ada dalam suatu keburukan tak salah lagi kita harus rame-rame berantas virus keburukan agar setan tidak  berani menggoda lagi. Caranya Cuma satu bangkit, dan bersemangat untuk beribadah dan berdakwah di muka bumi ini. Dakwah Sekarang juga.
[ Read More ]

Posted by Unknown 0 komentar»

Pentingnya Menanamkan Keindahan Islam pada Kaum Reemaja


    

    Para orang tua harus sigap dalam menyikapi kenakalan yang muncul pada anak keturunannya. Orang tua adalah pihak yang utama dan pertama dalam mengemban kewajiban mendidik anak dan membina mereka. Tidak boleh berpangku-tangan dengan menyerahkan kepada pihak lain, seperti guru, sekolah, dan sebagainya.
    
    Orang tua menyampaikan kepada anak-anak yang menginjak remaja,betapa Islam adalah ajaran yang lurus dan terbaik bagi seluruh manusia. Tak ada Manhaj (jalan) hidup yang menyamai apalagi mengalahkannya. Sebab, sebagian orang benci terhadap Islam karena salah satu paham atau buruknya potret Islam yang ia kenal atau dikenalkan kepadanya.

    Tentang pentingnya pengenalan keindahan Islam, Syaikh as-Sa’idi menyatakan, “Adalah sangat urgens, usaha memaparkan pesona-pesona Islam, apalagi dimasa sekarang ini yang telah terselimuti oleh gaya hidup duniawi yang berhasil mencengkram dengan pesona semuanya pada pandangan kebanyakan orang. Tidak terpikirkan pada kebanyakan benak mereka kalau keluhuran nilai-nilai Islam dengan kesempurnaan dan keagungannya mengalahkan segala kemajuan peradaban apapun. Kebaikan-kebaikan budaya lain, kalau ada, akan redup dan luntur bila dibandingkan dengan cahaya Islam, keagungan dan kesempurnaannya. Islam, itulah lintasan satu-satunya menuju kebaikan umat dan kebahagiaan. Tidak mungkin tergapai kebahagiaan dengan mengesampingkan Islam”.

    Ujian bagi remaja dewasa ini kian beragam bentuknya seiring dengan kemajuan teknologi dan tipisnya rasa takut kepada Allah SWT. Serta niat buruk sebagian orang yang memang ingin menjauhan remaja dari tuntuntutan yang lurus. Maka, sudah sepantasnya para orang tua lebih ekstra dalam mengawasi dan mengarahkan anak keturunannya agar tetap terjaga di jalan yang lurus. Wallahu a’lam

    Semoga Allah SWT. menjaga keluarga seluruh kaum Muslimin dari segala fitnah yang tampak maupun tersembunyi.
[ Read More ]

Posted by Unknown 0 komentar»

CINTA


     Cinta dalam bahasa Arab disebut Al-Mahabbah yang berarti kasih sayang. Menurut Abdullah Nashih Ulwan cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang. Cinta adalah fitrah manusia yang murni, yang tak dapat terpisahkan dari kehidupannya.

     Diantara tanda-tanda cinta ialah rasa kagum/simpatik, berharap, takut, rela dan selalu ingat kepada yang dicintai. Seorang yang beriman sejak memproklammirkan bahwa tiada ilah selain Allah dan beriltizam (komitmen) sepenuh dayanya, maka Allah harus menempati posisi tertinggi cintanya. Semua tanda-tanda cinta tersebut selayaknya diberikan kepada Allah. Berupa rasa kagum terhadap kebesaran, keagungan dan kekuasaan Allah, mengharapkan cinta Allah, rahmat, keridhaan dan keampunanNya (QS.39:53),rela dan menerima ketentuan Allah sepenuhnya, takut kepada Allh, yang mrnghasilkan sikap menjauhkan diri dari maksiat, serta selalu mengingat Allah (QS.2:152; 13:28; 63:9; 59:19). Firman Allah :

"Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yanag beriman amat sangat cintanya kepada Allah..." (QS.2:165)

    Cinta muncul karena kesadaran telah menerima anugerah dan nikmat yang besar dari Allah, pemahaman betapa rasa kasih sayang Allah melingkupi detik-detik kehidupan kita, serta karena mengenal Allah (Ma'rifatullah). Sehingga seorang mukmin amat sangat cintanya kepada Allah dan memiliki hasrat yang besar untuk bertemu denganNya.

    Refleksi cinta adalah tunduk patuh, menurut,taat akan perintah Allah dan menjauhkan diri dari segala laranganNya. Mahabbatullah (rasa cinta kepada Allah) tidak cukup dengan hanya menjadi seorang 'abid (ahli ibadah), tetapi mewujud dalam upaya menegakkan kalimatNya/agamaNya.

    Islam merupakan agama fitrah yang juga mengakui adanya fenomena cinta yang melekat sebagai fitrah manusia.Allah telah memberikan petunjuk kepada hamba-hambaNya tentang prioritas dalam cinta. Firman Allah :"Katakanlah :'Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan (dari) berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi pettunjuk kepada orang-orang fasik". (QS.9:24).

   Prioritas cinta dapat diklasifikasikan atas prioritas tertinggi, menengah dan terendah. Berdasarkan ayat di atas,prioritas cinta yang tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalanNya. Hal ini merupakan konsekuensi dan merupakan keharusan dalam Islam. Tak diragukan lagi bahwa seorang mukmin yang telah merasakan kelezatan iman di dalam hatinya akan mencurahkan segalanya cintanya hanya kepada Allah. Karenaia telah meyakini bahwa Allah-lah yang Maha Sempurna, Maha Indah dan Maha Agung. Tak ada satupun selain Dia yang memiliki kesempurnaan sifat-sifat tersebut. Maka lahirlah kesadaran bahwa hanya ajaran Allah-lah yang harus diikuti karena Dia-lah yang Maha Tinggi. Dia juga terdotong untuk mempraktekkan ajaran-ajaran Allah dengan senang hati, penuh keyakinan dan keimanan. Ia telah yakin bahwa untuk membanguan kepribadian yang sempurna dan membina mentalitas manusia hanyalah dengan ajaran Allah yang Maha Suci dari kekurangan.

    Rasa cinta seorang yang beriman kepada Allah akan mengambil bentuk awal berupa rasa cinta kepada Rasulullah SAW. Cinta kepada Rasulullah ( Mahabbaturrasul) ini berwujud sami'na wa atha'na (kami dengar dan kami taat) terhadap perintah rasul, berendah hati, mendahulukan, melindungi dan kasih sayang kepada beliau. Generasi terbaik ummat ini telah mencontohkan betapa Mahabaturrasul bukan hanya terbatas pada salam dan Shalawat, namun juga membentengi Rasulullah dari mara bahaya dalam banyak peperangan dan tampil dalam membela Islam.

    Mahabbaturrasul muncul dari keikhlasan dan ketulusan syar'i, rasa cinta yang Allah tumbuhkan, yang tak dapat ditumbuhkan oleh manusia meski membelanjakan seluruh kekayaannya. Rasa cinta yang melebihi rasa cinta kepada bapak-bapak, anak-anak, saudara-sausara, istri-istri, kaum keluarga, harta, perniagaan, rumah-rumah yang disukai. Bahkan rasa cinta yang melebihi rasa cinta kepada diri sendiri.

    Sabda Rasulullah saw : "Hendaklah kalian mencintai Allah karena Dia memelihara kalian dengan nikmat-nikmat-Nya. Dan cintailah aku demi cintamu kepada Allah. Dan cintailah ahli rumahku demi cintamu kepadaku." (HR. At-Tirmidzi, Al-Hakim dari Ibnu Abbas). "Tidak beriman seseorang (dengan sempurna) diantara kalian kecuali aku lebih dicintai dari dirinya sendiri, orang tua dan seluruh manusia" (Al Hadits).

    Itulah mahabbaturrasul yang mewarnai hati Abu Bakar Ash Shiddiq ra. Yang membuatnya mendahulukan, melindungi dan tak membangunkan Rasulullah yang tertidur di pangkuannya, walaupun harus menahan sakit kakinya karena tersengat kalajengking hingga mengucurkan darah (peristiwa Hijrah).

    Kisah para Shahabat telah membuktikan ketinggian cinta merek kepada Allah, Rasulullah dan Jihad fisabilillah. Seperti kisah Hazholah bin Amir ra. Yang terjun ke medan perang Uhud meniggalkan istri yang baru sehari sebelumnya dinikahi, dan akhirnya menemui kesyahidan. Ketika itu Rasulullah saw melihat dan berkata kepada para shahabat : "Sesungguhnya aku telah melihat para malaikat memandikan Hanzholah di tengah-tengah langit dan bumi dengan air hujan-dalam sebuah bejana dari perak." (HR. Turmudzi dan Imam Ahmad).

    Cinta dengan prioritas menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta ini timbul dari perasaan sesorang, yang terikat hubungan dengan orang yang dicintainya dengan ikatan aqidah, keluarga, kekerabatan atau persahabatan. Syari'at Islam menilai perasaan cinta seperti ini sebagai cinta yang mulia dan agung. Ia termasuk cinta yang kedua setelah cinta kepada Allah, Rasulullah dan jihad di jalan Allah. Bagaimana cinta seseorang terhadap sesamanya tidak dianggap cinta yang luhur dan perasaan yang suci. Sedangkan semua hubungan sosial dan segala tata kehidupan dibina berdasarkan perasaan cinta dan kasih sayang semacam ini.

    Cinta ini merupakan hal yang perlu untuk mewujudkan kemashlahatan individu dan keluarga pada khususnya serta kemashlahatan bangsa dan kemanusiaan pada umumnya. Sabda Rasulullah SAW : "Tidaklah sempppurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya (sesama muslim) sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (HR. Bukhari dan Muslim)."Semua makhluk adalah tanggung jawab Allah. Maka yang paling dicintai Allah adalah yang paling memperhatikan kehidupan keluarganya". (HR. Thabrani dan Baihaqi). Adapun cinta terendah ialah cinta yang lebih mengutamakan dan menomorsatukan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal dibandingkan terhadap Allah, Rasulullah dan jihad fisabilillah. Cinta jenis adalah yang paling hina, keji dan merusak rasa kemanusiaan. Termasuk pula dalam kategori cinta ini adalah kecintaan kepada sesuatu yang disembah selain Allah, sebagaimana firman Allah dalam QS.2:165, cinta kepada musuh-musuh Allah, sebagaimana Allah peringatkan dalam QS. Al-Mumtahanah (60):1, cinta berdasarkan hawa nafsu sebagaimana cintanya Zulaikha istri Al Azis kepada Nabi Yusuf as.

     Tak diragukan lagi bahwa jika para pemuda Islam, kapan dan di mana saja, lebih mengutamakan cintanya kepada Allah, Rasulullah dan Islam maka Allah akan memberikan kemenangan bagi mereka di muka bumi ini.
[ Read More ]

Posted by Unknown 0 komentar»

KIAT-KIAT DAKWAH KAMPUZ




oleh : Cecep Yusuf Pramana

Sudah kita ketahui bersama bahwa masyarakat kampus merupakan gudang intelektual dan sumber calon-calon pemimpin bangsa di masa depan, oleh karena itu sudah sewajarnya bila da’wah di kalangan kampus, kita berikan perhatian yang khusus.

Bila calon-calon pemimpin bangsa ini baik dan memahami Islam dengan baik, maka Insya Allah ummat ini akan menjadi baik, begitu pula sebaliknya. Allah SWT telah memberikan pujian kepada orang-orang yang bergiat di medan da’wah antara lain :

“Dan siapakah orang yang paling baik perkataannya selain orang yang mengajak kepada jalan Allah dan Kepada Amal Shalih. ( QS. 41;33 )”.

“Bekerjalah kamu niscaya Allah akan melihat hasil kerjamu, begitu pula Rasulullah dan orang-orang yang beriman. ( QS. 9;105 )”.

Oleh karena itu untuk menyemarakan  nilai-nilai Islam di kampus, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan.

Melihat dan Mengukur Kemampuan SDM Pelaku Dakwah Kampus

Pelaku da’wah dikampus biasanya adalah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Oleh karena itu UKM merupakan ujung tombak keberhasilan da’wah di kampus, dan berhasil tidaknya da’wah tergantung dari :

a.       Kemampuan berda’wah dikalangan dosen, karyawan
b.      Kemampuan berda’wah dikalangan mahasiswa
c.       Kemampuan ilmiah para pengurus dan simpatisan
d.      Kemampuan pendekatan/loby kepada para pejabat-pejabata kampus yang berwenang
e.       Kemampuan pendekatan personal pribadi (da’wah fardiyah) kepada seluruh komponen civitas akademis

Memanfaatkan Kegiatan-Kegiatan Kampus Sebagai Sarana Untuk Memperkenalkan dan Menyemarakkan Nilai-Nilai Islam

Kegiatan-kegiatan di kampus yang dapat kita gunakan untuk da’wah antara lain:
1.      Diskusi ilmiah mengenai hal-hal yang aktual misal : masalah penyakit AIDS, pergaulan bebas, ABG.
2.      Kerjasama dengan organisasi lain dalam rangka kegiatan diskusi-diskusi ilmiah, misalnya; dengan IDI (ikatan dokter indonesia), Yayasan AIDS Indonesia. PMI mengenai masalah-masalah kesehatan atau masalah lain yang aktual.
3.      Mengundang tokoh-tokoh yang sedang populer di masyarakat.
4.      Peringatan Hari-hari Besar Islam.
5.      Pentas Seni Islam
6.      Bazaar Buku
7.      Kegiatan sosial seperti penyuluhan kesehatan, bakti sosial, dll

Rekruiting SDM Sebagai Calon Pengurus dan Pendukung Dakwah Kampus

Rekruiting SDM sangat penting untuk menjaga kelangsungan da’wah. Rekruiting bisa dilakukan terhadap para aktifis organisasi maupun para mahasiswa lainnya, sehingga nilai-nilai  Islam memasyarakat di lingkungan kampus.

Mengingat pentingnya rekruiting dalam da’wah, maka hal ini harus sudah dimulai sejak masa penerimaan mahasiswa baru. Sedapat mungkin usahakan, kita mengadakan pendekatan dengan mereka dari sejak pendaftaran penerimaan.

Misalnya setelah acara penataran P-4, usahakan adanya acara pengenalan kegiatan UKM untuk mahasiswa baru. Acara-acara lain yang mendukung untuk rekruiting antara lain :
1.      Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK).
2.      Pelatihan Da’wah Fardiah.
3.      Latihan Membaca Al-Qur’an (metode Iqro’).
4.      Mengaktifkan Kelompok-kelompok Studi Ilmiah.

Berusaha Mewarnai Organisasi-Organisasi di Lingkungan Kampus Dengan Nilai-Nilai Islam

Perlu kita perhatikan disini, janganlah kita membedakan para anggota UKM, antara yang aktif di UKM sendiri atau yang aktif di organisasi lainnya di lingkungan kampus. Kedua kelompok tersebut pada intinya adalah aktifis da’wah kampus, yang menjalankan program yang telah ditetapkan oleh UKM.

Agar program da’wah dilingkungan organisasi lain tersebut dapat berhasil maka harus diperhatikan bahwa para aktivis da’wah harus mempunyai sifat luwes, fleksibel serta dinamis baik dalam sikap, argumen maupun penampilan (dengan catatan tidak terpengaruh dengan perilaku orang-orang disekitarnya).

Pendalaman kiat-kiat da’wah untuk para aktivis UKM dapat dilakukan dengan :
1.      Pelatihan Manajemen da’wah, organisasi dan jurnalistik
2.      Pelatihan Retorika da’wah
3.      Pelatihan Komunikasi da’wah
4.      Pelatihan Psikologi da’wah
5.      Pelatihan Mentoring Da’wah/kaderisasi secara berkala (harus melihat faktor intern dan ekstern dari pelaku da’wah)

Menjaga Kesinambungan Dakwah Kampus

Banyak orang mengatakan bahwa memelihara lebih sulit daripada membangun. Begitu pula di dalam da’wah, memelihara kesinambungannya juga harus memerlukan pemikiran dan perencanaan yang mendalam.

Untuk itu berhasil tidaknya kesinambungan da’wah kampus tergantung dari:
1.      Koordinasi yang baik antar pengurus dengan alumni.
2.      Kaderisasi yang terprogram secara baik, dll.
3.      Mempuyai sistem serta metode kaderisasi secara berkala dan bertahap sesuai dengan kebutuhan peserta/obyek da’wah.



[ Read More ]

Posted by Unknown 0 komentar»

    translate

    English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified