“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang
menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari
yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran:104)
Saudaraku, membawa negeri ini menjadi lebih baik adalah tugas
kita. Korban-korban dari rayuan syetan yang tak henti-hentinya menggoda
makhluk yang bernama manusia, dan itu harus kita hentikan. Rasulullah
bersabda:
“Bila kamu melihat kemunkaran ubahlah dengan tanganmu, bila tak
mampu ubahlah dengan lisanmu, bila tak sanggup, ubahlah dengan hatimu,
sesungguhnya itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)
Tunggu apalagi? Kenapa harus ragu? Dunia menunggu
kita, para kader dakwah. Mulailah sekarang juga untuk sebuah kebaikan.
Jadilah diri kita pelopor kebaikan dan pengubah nurani. Ingat!
Barangsiapa yang mnunjukkan kebaikan kepada seseorang, baginya pahala
seperti pelakunya, tanpa mengurangi pahala pelakunya.
Dengan kita mengajak orang kepada Dien Allah pasti kita akan dituntun Allah untuk menuju apda surga-Nya. Kita berada di era Jahiliyah modern,
dunia menunggu generasi yang dirindukan oleh Islam juga Rasulullah.
Generasi yang berani menyuarakan kebenaran di saat kebanyakan orang
takut dan enggan membicarakannya. Dan merekalah penerus perjuangan Rasul
tercinta juga penjaga sunnah dan ajaran yang beliau sampaikan.
Simaklah sabda Rasulullah SAW:
“ Sesungguhnya Islami itu pada mulanya datang dengan dianggap
asing dan akan kembali dengan asing pula seperti pada awal mulanya. Maka
berbahagialah bagi orang yang dianggap asing.”
Dalam sebuah riwayat beliau ditanya, “Ya Rasulullah, dan siapa
saja orang yang dianggap asing itu?” beliau menjawab ”Mereka adalah
orang-orang yang memperbaiki di kalangan manusia rusak.”
Dan dalam riwayat yang lain disebutkan sesungguhnya beliau ditanya tentang orang-orang yang asing itu. Lalu beliau menjawab, “Yaitu orang-orang yang menghidupkan apa-apa yang telah dimatikan manusia dari sunnahku.” (HR. Muslim, Ibnu Majah dan at-Thabrani)
Dalam buku Madrasah Jiwa Penduduk Surga tulisan Mas Udik
Abdullah dituliskan bahwa orang-orang yang memegang teguh ajaran islam
saat ini ibarat orang yang memegang baraapi, apabila dipegang teguh akan
terasa sangat panas, namun apabila dilepasakan membakar iman yang
dimilikinya.
Jika sudah, kalu kita lihat saat ini para pelajar dan mahasiswa tidak
berpacaran kebanyakan orang akan bilang tidak laku, kuno, bukan zaman
Siti Nurbaya dan seabreg kata-kata lainya. Ketika ada remaja yang tidak
mencoba miras dan narkoba dikatakan tidak gentle, begitu pula
tidak tawuran, kebanyakan orang mengatakan banci. Wajar jika Mas Udik
Abdullah menggambarkan orang-orang yang memegang ajaran Islam saat ini
memang harus berani dikatakan jejek atau seperti menggenggam bara api.
Tetapi jangan coba-coba mencicipi keburukan. Karena kita pasti aka
ketagihan ….ingat sedikit saja kita membuka celah-celah untuk berbut
keburukan pasti akan mendatangkan keburukan-keburukan yang lainnya dan
itu berarti kita akan semakin menbuat tumpukan dosa kita bertambah.
Kebiasaan buruk atau dosa apabila sudah terlalu banyak susah sekali
bagi kita untuk kembali lagi seperti semula. Maka kalau lihat saudara
dan teman-teman kita ada dalam suatu keburukan tak salah lagi kita harus
rame-rame berantas virus keburukan agar setan tidak berani menggoda
lagi. Caranya Cuma satu bangkit, dan bersemangat untuk beribadah dan
berdakwah di muka bumi ini. Dakwah Sekarang juga.
Categories:
Dakwah