kata Bijak

“Sesungguhnya puncak keteguhan adalah tawadhu’.” Salah seorang bertanya kepada Imam, “Apakah tanda-tanda tawadhu’ itu?” Beliau menjawab, “Hendaknya kau senang pada majlis yang tidak memuliakanmu, memberi salam kepada orang yang kau jumpai, dan meninggalkan perdebatan sekalipun engkau di atas kebenaran.” . “Tiga perkara dapat mengeruhkan kehidupan: penguasa zalim, tetangga yang buruk, dan perempuan pencarut. Dan tiga perkara yang tidak akan damai dunia ini tanpanya, yaitu keamanan, keadilan, dan kemakmuran.” “Ambillah nasihat baik dari orang yang mengucapkannya meskipun ia tidak mengamalkannya”. Read More At: http://cheaterserbabisa.blogspot.com/2012/05/cara-membuat-teks-berjalan-di-blog.html#ixzz1wpfxTtbo

Selamat Datang

Ahlan Wa Sahlan..

Situs2 Islam

www.harunyahya.com www.endoftimes.net www.secretbeyondmatter.com www.islamdenouncesantisemitism.com www.islamdenouncesterrorism.com www.evolutiondocumentary.com www.evolutiondeceit.com www.srf-tr.org www.bookglobal.net www.keajaibanalquran.com www.creationofuniverse.com www.bangsamusnah.com www.yesusakankembali.com www.darwinismrefuted.com www.unionoffaiths.com www.freebookcenter.net www.darwinism-watch.com www.signsofthelastday.com www.islamandbuddhism.com www.truthsforkids.com www.for-children.com www.eastturkestan.net www.islamandkarma.com www.eramuslim.com www.dakwatuna.com www.islamedia.com Menjadi Muslimah Sejati Arsip Artikel-Artikel Umat Islam Ibrahimovic Journal Wisata Hati Blogs Hanan’s Blog أهل السنة ظاهرون إلى يوم القيامة Ngaji Salaf :: أهل السنة ظاهرون إلى يوم القيامة Segarkan Hati !!!! Cintailah Arsip Moslem Arsip Moslem ..:: Menuju Era Dakwah Tanpa Batas ::.. Aldakwah.org :: Mitra Dakwah dan Pendidikan Media Islam - Situs dari dan Untuk Umat Islam :) Komunitas Tarbiyah London http://www.pks-anz.org/ Komite Tarbiyah Umat Islam Indonesia Jihad Kaum Muslimin di Bumi Palestina & Sekitarnya Wanita Islam Di Dalam Perjalanan Media Muslim Community Forum islammuda.com forumislam.tk The Spirit of Muslim :: MuslimSources.com My Alazka.com: Komunitas Gaul Muslim Alazka Muslimah Sejati, Jadilah Muslimah Kaffah!!! Aqidah Islam WebBlogs DKM ‘ibaadurrahmaan Fakultas Kehutanan IPB Syariah Online Al-Ikhwan.net Kisah Seputar Umat Islam pk-sejahtera.org :: KAMMI Jepang Madah Tarbiyah Kaderisasi Umat Menuju Keadilan Sejahtera Moslem Community WebBlogs Sejarah | Berita | Siroh & Kisah | KisahIslam.COM - Serambi Depan Info Palestina ::: Save Palestina From Laknatulloh Yahudi Islamic Space Online Tarbiyah.com Media Muslim INFO, Situs Islam Terdepan Terpercaya MyQuran.Org :: PKPU Online Ahlan wa sahlan fi ukhuwah.or.id Eramuslim: Situs Warta Muslim Read More At: http://cheaterserbabisa.blogspot.com/2012/05/cara-membuat-teks-berjalan-di-blog.html#ixzz1wpfxTtbo
Tampilkan postingan dengan label nutrisi jiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nutrisi jiwa. Tampilkan semua postingan

Perjalanan Hidup



Ketika sebuah umur berjalan tanpa disadari. Berlalu kian  berlalu tanpa adanya kesadaran yang tak mementu. Iman adalah sebuah kunci sukses perjalanan hidup. Karena dengannya kita akan mendapatkan sebuah tujuan dan pola hidup yang terarah dan terproses dengan baik. Namun jikalau sebuah perjalanan hidup tanpa adanya sebuah kekuatan iman bak sebuah pohon tanpa buah, artinya takan ada yang akan dipanen  dari sebuah kehidupan, tanpa adanya tafakur dari hidup tersebut.

Orang yang mempunyai perencanaan yang matang dalam menjalani hidupnya akan ada alur dan jembatan-jembatan yang menjadi rute perjalanan hidup tersebut. Memaknai sebuah perjalanan hidup tak cukup hanya lewat sekilas tanpa adanya bekas dan sisa-sisa kebaikan yang tertinggal, atau bahkan takan ada sebutir kebaikan pun yang ditanam di hidupnya. Tapi mereka adalah yang mempunyai konsep kedepan yang akan membawa hidupnya menuju kebahagiaan yang hakiki, artinya menjadikan masa depan sebagai sebuah tujuan utama dari sebuah perjalanan hidup di dunia yang hanya sekilas dan numpang lewat saja.

Ada salah satu penyebab dari sebuah kelalaian dalam memaknai sebuah perjanan hidup, yaitu karena lemah iman, adanya sifat hubud-dunya atau mungkin lebih  banyak yang lainnya. Tapi kalau saja yang menjadi dua poin tersebut tertanam dalam sanubari setiap seorang insan. Maka dapat dipastikan butir cahaya kebaikan akan menerangi setiap langkah demi langkah yang ditempuh. Jangankan masalah sebuah perjalanan hidup yang jauh kedepan atau adanya suatu kesadaran akan pertanggungjawaban nanti, di dunia saja apabila tidak mempunyai konsep yang jelah dan terarah serta tersistematis, kegagalan akan menjadi sebuah belenggu yang bisa membuat lupa akan segalanya. Oleh karena itu iman merupakan kunci sukses dalam memaknai dan menjalani sebuah lintasan yang penuh duri.

Allah swt. memberikan sebuah pilihan jalan kepada manusia dalam setiap langkah yang dia tempuh. Perhatikan firman Allah swt. berikut ini:

“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan). Tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendakidan sukar itu?” (Q.S Al Balad 10-11)

Memang sebuah kebahagiaan dari hidup tak mudah dicapai apalagi kebahagiaan itu sifatnya yang abadi. Sungguh duri dan wanginya dunia akan membayangi kalau tak ada konsep dan pondasi spiritualitas yang kokoh dan iman yang mantap. Dan kesengsaraan pun menjanjikan sebuah keharuman bak sekuntum bunga mekar yang kian semerbak. Namun semerbak itulah yang bnayak membawa kebnyakan manusia tak sadar akan hakikat dan makna pilihan itu.  Memang berat perjalanan ini, tapi ini adalah sebuah takdir dan ketentuan dari sang khalik yang menentuka setiap langkah demi langkah hingga di syurga nanti.

Inti dari kesadaran akan eksistensi manusia di muka bumi adalah pandai memanfaatkan waktu dengan maksimal. Dengan catatan mempergunakan sesuai dengan proporsi yang tepat. Jangan sampai hal negative yang kan mewarnai pikiran kita tapi jadikanlah hal positif sebagai sesuatu yang kian mengisi waktu-waktu kita, dengan demikian kebahagiaan dan makna hidup akan terasa nyaman dengan tutunan dari Allah swt.

Satu detik keburukan di dunia aka mendatangka sejuta bahkan bertriliun-triliyun penyesalan yang mewarnai kehidupan akhirat kelak. Oleh karena itu mari kita bersama-sama mulai memaknai dan mentafakuri dari sebuah perlajanan hidup yang kiang berkurang ini..
Wallahu ‘Alam

[ Read More ]

Posted by Unknown 0 komentar»

MUHASBAH APA Susahnya....



Sebagai seorang manusia yang tak luput dari salah dan dosa, kita dituntut untuk mengevaluasi dan memperbaiki apa-apa yang telah dilakukan . karena akan ada hari dimana amal-amal kita dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu muhasabah adalah salah satu jalan bagi sobat-sobat yang insya allah mendatangkan keridhaan dari Allah swt. dan kebaikan bagi kita semua.

Lanjut….
Tau gak sih muhasabah apa..?
Muhasabah atau menghisab, menghitung atau mengkalkulasi diri adalah satu upaya bersiap-siaga menghadapi dan mengantisipasi yaumal hisab (hari perhitungan) yang sangat dahsyat di akhirat kelak. Oke deh… kalau kita sudah tau defininisi tapi perlu ada landasan yang kuat.. Perhatikan firman Allah swt.:

“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri, memperhatikan bekal apa yang dipersiapkannya untuk hari esok (kiamat). Bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”.(QS. 59:18).

Persiapan bekal akhirat tidak jauh berbeda ketika kita akanmelakukan kegiatan jauh atau misalkan Naik Gunung. Nah,… salah satu yang harus dipersiapkan adalah takwa dan iman yang kokoh. Karena di hadapan Allah yang paling mulia bukan orang-orang paling cantik, tampan, kaya, cerdas, genius, tau yang lainny dah.. V orang takwa bro..
Teringat sebuah nasehat lukman Al Hakim yang sangat indah
“Wahai Anakku…
            Dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak sekali manusia yang tenggelam ke dalamnya. Oleh karena itu, jadikan perahumu itu Taqwa kepada Allah SWT. dan isilah perahu itu dengan mutan Iman kepada-Nya. Lengkapi dengan layar Tawakkal, mudah-mudah engkauselamat.”
Sobatku yang dirahmati Allah Swt.,
Muhasabah di sini artinya senantiasa memeriksa diri kita sendiri. Sudah sejauh mana sih yang kita raih dalam beramal baik. Sudah banyak nggak pahala yang kita perbuat, atau jangan-jangan malah sebaliknya kedurhakaan dan maksiat yang mengisi penuh pundi-pundi amal yang bakalan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah? Aduh, naudzubillahi min dzalik!.. Cape deh…
Jangan sampe suatu saat kita hanya bisa menyalahkan orang lain yang kita tuduh nggak mengingatkan kita dari berbuat maksiat, padahal kita yang nggak mau diingatkan dan malah menyalahkan yang mengingatkan kita. Kalo itu yang kita lakukan berarti kita udah ngelakuin argumentum ad hominem, lho. Buruk muka cermin dibelah tuh… Eh bisanya nyalahinorang kebangetan tuh,..
Padahal nih, kalo kita mau berpikir lebih dalem lagi tentang diri kita, tentunya kita bisa merasakan betapa lemahnya kita. Betapa ringkihnya kita sebagai manusia. Kalo ingin membayangkan gimana lemahnya kita, bisa kita mengkaji diri bahwa seteliti-telitinya kita, selalu aja ada celah kosong yang bisa membuat kita teledor. Sepandai-pandainya kita, selalu saja ada peluang untuk berlaku bodoh dan salah. Betul ndak...?
The Finaly…Nikmati dunia ini dengan cara yang benar dan tuntunan yang sesuai ketetapan Allah Swt. dan RasulNya. Tak perlu khawatir, karena semua yang diberikan oleh Allah Swt. kepada kita adalah demi kebaikan kita. Tetaplah kita bersama Allah Swt. dan RasulNya. Jalani hidup dengan ikhlas, insya Allah nikmat, bahagia, tanpa perlu merasa was-was. Ikhlas menjadikan kita lebih terhormat di hadapan Allah Swt., juga menjadikan orang lain berusaha mencontoh pribadi kita yang baik. Semoga, kita semua bisa menjadi hamba-hamba Allah Swt. yang senantiasa ikhlas menghadapi berbagai kenyataan hidup sembari berdoa memohon ampun dan pertolongan kepada Allah Swt. Kita muhasabah diri: seberapa ikhlaskah kita? Hanya kita yang mampu menjawabnya….
Semoga menjadikan inspirasi buat kita-kita yah… heeee
Wallahu Alam..


[ Read More ]

Posted by Unknown 0 komentar»

MELURUSKAN PACARAN, MEMBENINGKAN PERASAAN


Sesungguhnya telah banyak energi yang dikeluarkan untuk berdebat mengenai hokum dari pacaran. Peredebatan itu telah membawa dua aliran besar, yaitu pro dan kontra terhadap pacaran dan dalam hal menjustifikasi masalah pacaran yang sebenarnya merupakan masalah kecil dibandingkan dengan masalah-masalah lain yang lebih memerlukan prioritas untuk dipecahkan, misalnya kemiskinan yang merajalela, ketimpangan kemakmuran, pengangguran yang merata serta kriminal yang makin menggila.



Sudah saatnya kita duduk bersama untuk merumuskan suatu solusi yang kongkrit bagi mereka yang sedang jatuh cinta dengan lawan jenisnya. Setiap manusia normal di dunia ini pastilah mempunyai rasa cinta terhadap lawan jenis, sebagaimana Allah SWT terangkan dalam Al-Quran surat Al-imron ayat 21 yang artinya “diciptakan indah pada pandangan manusia yaitu kecintan terhadap wanita-wanita… “. Ayat ini bukti nyata bahwa konstitusi Islam telah mensyahkan seseorang untuk jatuh cinta terhadap lawan jenisnya. Mencintai lawan jenis adalah suatu fitrah manusia yang normal dan sangat wajar sekali. Dari sini muncul perilaku manusia yang mencoba untuk mengekspresikan cintanya tersebut, banyak sekali perilaku yang dilakukan oelh seseorang yang telah terkena virus “jatuh cinta”, mulai dari sering memandang wajah, sering berkirim sms, telpon sampai dengan sering berkunjung ke rumah atau berjalan-jalan dan memeberikan hadiah pada orang yang dicintai. Mengapa perilaku seperti itu muncul? Jawabnya tidak lain karena secara naluriah manusia ingin mengekspresikan cintanya agar pujaan hatinya mengetahui keberadaan cintanya tersebut.

Motivasi lain dari “perilaku cinta” tersebut adalah keinginan untuk mencintai dan dicintai. Setiap manusia pastilah mempunyai kebutuhan untuk mencintai dan dicintai, bila seseorang tiudak memiliki rasa cinta, khususnya pada lawan jenis maka seseorang tersebut dipastikan terkena gangguan jiwa yang secara psikologis dapat digolongkan dalam banyak jenis penyimpangan. Namun bila yang bersangkutan menyatakan diri sehat dari gangguan jiwa sementara tidak mengakui adanya rasa cinta dengan lawan jenis maka sesungguhnya is telah berbohong pada hati nuraninya.

Rasa cinta di atas bukanlah suatu dosa dalam islam. Begitupun dengan perilaku-perilaku yang mincul sebagai ekspresi dari rasa cinta itu. Seiring dengan perkembangan usia manusia meunculah istilah pacaran yang digunakan sebagai symbol atau label dari seseorang yang mencoba mengekspresikan rasa cinta pada lawan jenis. Pacaran pada hakekatnya hanyalah sebuah istilah yang digunakan pada mereka yang sedang melakukan pendekatan terhadap kekasih hati yang telah memikat hatinya. Tidak ada salahnya dengan mengambil istilah pacaran sebagai symbol dari perilaku mencintai. Nah, menagapa kemudian muncul banyak pendapat yang mengharamkan pacaran? Itu semua tidak lain karena mereka yang kontra dengan pacaran telah terjebak pada stigma yang menyatakan bahwa pacaran hanya memilki muatan negatif semata. Benarkah pendapat mereka? Tentu saja itu sangat relatif, karena sebenranya kita tak dapat menghakimi segala sesuatu hanya berdasar pada emosi semata, mengapa saya m,engatakan dengan istil;ah emosi semata, karena pada prakteknya, ketidaksetujuan mereka terhadap pacaran telah mewajibkan semua pengikutnya untuk memutus hubungan bila telah memiliki pacar, menolak aktifitas apapun yang diosebut dengan pacaran, dan termasuk memaksa untuk disegerakan menikah bagi mereka yang telah tertarik pada lawan jenis meskipun mereka sadar bahwa secara finansial mereka belum mapan, dan secara mental pun mereka masih labil.

Akibatnya banyak terjadi pernikahan yang dilakukan tanpa didasari rasa cinta terlebih dahulu, mereka berpendapat bahwa rasa cinta itu akan tumbuh secara alamiah seiring berjalannya waktu. Mereka pun lantas menjodoh-jodohkan satu dengan yang lain tanpa peduli dengan “perasaan asli” yang mereka miliki. Hal ini diperparah lagi dengan mempercayakan cinta mereka untuk dimediatori oleh seorang murobi yang terkadang memiliki fasted interest atau kepentingan pribadii yang bertentangan dengan hati nurani.

Apakah islam sedemikian ketat sehingga melarang aktifitas pra nikah kecuali melamar semata? Apakah islam tidak memberikan ruang untuk saling mengenali terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk hidup bersama? Apakah kita harus menikah dahulu sebelum berpacaran? Bila jawabanya “iya” maka pertanyaan selanjutnya adalah dosakah mereka yang melakukan proses pacaran? Dosakah bila seseorang mencintai lawan jenisnya kemudian muncul rasa rindu dan lain-lain? Apakah seseorang yang menyatakan cinta itu terlarang dalam islam? Karena takut terkena zina hati? Bila kesimpulan dari pertanyaan di atas di jawab tegas dengan menyatakan bahwa pacaran itu haram karena nabi tidak pernah mempraktekan hal tersebut maka pertanyaan selanjutnya adalah, apakah orang tua kita terdahulu yang juga melakukan pacaran itu berdosa? Apakah buku, majalah, kaset, film, radio, televisi, Koran dan berbagai media yang menyuguhkan tentang proses pacaran juga dikategorikan sebagai dosa? Apakah seminar, diskusi, bedah buku dan forum serta pengajian yang menelaah tentang sisi positif pacaran juga diharamkan? Bila jawabanyya “iya” maka akan muncul suatu pertanyaan yang pada kesempatan bedah buku “Pacaran is Solution” akan kita diskusikan, yaitu solusi apa yang ditawarkan pada mereka yang ingin berpacaran, telah berpacaran atau dalam proses pendekatan pada lawan jenis.

Kita membutuhkan solusi kongkrit bukan justifikasi halal – haram dan sejenisnya. Sudah terlalu sering kita mendengar kampanye anti pacaran dengan mengatakan “pacaran no, nikah yess!”. Istilah ini, sekilas terkesan benar namun bila di telaah lebih dalam akan terdapat suatu kondisi yang kontradiksi dengan kenyataan yang terjadi. Mengapa ini bisa terjadi? Karena pada dasarnya tidak mungkin orang menikah tanpa melalui proses pendekatan dan perkenalan meskipun hanya dengan waktu yang sangat singkat. Dengan demikian banyak kalangan yang tidak konsisten dengan pernyataan yang mengharamkan pacaran. Kebanyakan dari kalangan yang mengharamkan pacaran memberikan pendapat bahwa Rosullalah SAW tidak pernah melakukan pacaran dengan istri-istrinya sebelum menikah, ini terjadi karena di jaman Nabi memang tidak ada istilah pacaran. Perilaku nabi tersebut seharusnya kita jadikan acuan untuk disinkronkan dengan kondisi masyarakat saat ini yang jelas berbeda dengan kondisi di jaman Rosulallah SAW

sumber : Tauchid,Munif .http://www.munif-tauchid.8m.com/whats_new.html

[ Read More ]

Posted by Unknown 0 komentar»

10 Jalan Penganpun Dosa


Setiap manusia pasti melakukan kesalahan. Oleh karena itu, yang perlu dibangun dalam diri setiap muslim, bukan hanya sikap hati-hati menjauhi dosa saja, tetapi harus ada kesadaran tentang apa yang telah diperbuat. Nah disini ada 10 jalan dalam Islam, yang bisa mengurangi azab atas dosa yang dilakukan, dan muadah-mudahan bisa kita ingat tuk selamanya:


1. Taubat
Al-Quran banyak menyebutkan bahwa taubat berfungsi sebagai pengecualian dari ancaman azab yang akan diberikan kepada pelakunya. Seperti disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 160, "Kecuali mereka yang telah bertobat..." juga dalam surat Maryam : 160, Thoha : 82. Taubat yang dimaksud di sini tentu taubat nasuha, yakni taubat yang dilakukan dengan ikhlash dan benar. Taubat yang menjadi penyesalan sekaligus menjadi titik akhir seseorang untuk tidak mengulangi dosa di masa selanjutnya. 

2. Istighfar

Allah berjanji akan mengampuni kesalahan-kealahan hambanya selama ia melakukan istighfar dengan sungguh-sungguh. "Dan tidaklah Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun (istighfar)." (QS. Al-Anfal : 33). Rasulullah saw. besabda, "Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sekiranya kalian belum pernah berbuat dosa, maka niscaya Allah akan membinasakankamu kemudian menggantikan kamu dengan kaum yang lain, yang mereka itu berbuat dosa lantas mereka memohon ampun kepada-Nya dan Allah mengampuni mereka." (HR. Muslim)

3. Amal-amal kebaikan

Amal-amal kebaikan yang dilakukan soerang muslim bisa dilipatgandakan pahalanya oleh Allah menjadi sepuluh kali lipat atau lebih. Karena itu, amal baik juga bisa menjadi salah atu jalan pengampunan bagi kita, khususnya dosa-dosa kecil. Allah swt, berfirman : "Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan perbuatan buruk." (QS. Hud : 114) 

Rasulullah saw bersabda, "Bertaqwalah kepada Allah di mana saja kamu berada, dan iringilah perbuatan buruk itu dengan perbuatan yang baik karena ia bisa menghapusnya (HR. Turmudzi)

4. Musibah-musibah di dunia 

Musibah yang menimpa seorang m uslim, apapun bentuknya, akan menjadi penebus dosanya. Itu akan terjadi bila orang yang tertimba musibah sabar atas musibah. Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya setiap musibah yang menimpa seorang muslim menjadi penebus (kafarat) atas dosanya. Bahkan sampai terpeleset kakinya, luka di jemarinya, aapun duri yang menusuknya." (HR. Muslim) Artinya, musibah datang dari Allah swt adalah bentuk tebusan atas dosa hamba-Nya, hingga dosa itu dihapus oleh Allah swt. 

5. Siksa kubur

Azab kubur adalah perkara yang harus diyakini kebenarannya. Ia juga merupakan salah satu jalan pengampunan yang bisa mengurangi azab yang akan ditipakan Allah kepada hamba-hamba-Nya atas dosa yang dilakukannya. Ada dua macam adzab kubur. Pertama, yang dirasakan seseorang selamanya sampai hari kiamat datang. Ini akan diberikan kepada orang-orang kafir (lihat QS. Al-Mu'min : 45-46). Kedua, azab kubur yang waktunya terbatas dan sealah itu berhenti. Yang kedua ini diberikan atas orang yang melakukan dosa-dosa ringan, sesuai dengan tingkat kesalahannya sehingga ia menjadi pengurangatau penebus akan azab yang akan menimpa di akhirat nanti. 

6. Do'a dan permohonan ampun dari orang mukmin ang diminta kepada Allah, untuk diberikan kepada pelaku dosa dan kealahan, baik ang masih hidup maupun yang sudah meninggal 

Do'a adalah saripati ibadah. Do'a adalah senjatanya orang beriman. Do'a adalah salah satu jalan pengampunan dari dosa-dosa dan kesalahan. Allah swt. berfirman : "Danorang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar) mereka berdo'a : "Ya Tuhan kami beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami..." (QS. Al-Hasyr : 10)

7. Apa yang dihadiahkan seorang muslim yang masih hidup kepada saudaranya yang sudah meninggal, berupa pahala shadaqah dan haji


Para ulama sepakat bahwa seseorang yang telah meninggal masih dapat memperoleh manfaat dari orang yang masih hidup karena dua hal. Pertama, karena sesuatu yang sumbernya dari si mayit sendiri ketika hidup, seperti amal jariyah. Kedua, pahala kebaikan yang diperuntukkan orang yang masih hidup kepada si mayit seperti shadaqah dan haji. Pahala dari amal-amal ibadah fisik seperti puasa sunnah, shalat sunnah, membaca Qur`an, dzikir dan sebagainya, menurut Imam Ahmad dan Abu Hanifah bisa sampai kepada si mayit bila memang diniatkan oleh yang masih hidup untuk si mayit. Sementara mnenurut Imam Syafi'i dan Imam Malik, hal itu tidak bisa dihadiahkan kepada si mayit dan pahalanya tidak akan sampai. 

8. Penyelesaian hak sesama manusia di akhirat, setelah mereka menyeberangi shirot (jembatan di atas neraka) 

Jalan pengampunan yang lain adalah penyeleaian segala hak dan kezaliman yang terkait antara satu orang muslim dengan saudaranya. Masing-masing saling mengambil hak satu sama lain. Rasulullah saw bersabda, "Apabila orang-orang mukmin itu telah selamat melewati neraka, maka mereka akan ditahan di suatu jembatan antara mereka dan surga. Maka disitulah mereka saling melakukan penuntutan dan pemenuhan atas segala tanggungan sesama mereka selama di dunia. Maka kalau semuanya sudah bebas dari hak-hak saudaranya serta bersih dari dosa-dosa dan kezaliman sesama mereka. Barulah mereka diperkenankan untuk masuk ke dalam surga ..." (HR. Bukhori)

9. Syafaat dari mereka yang berhak memberi syafaat

Di antara jalan pengampunan yang lain adalah syafaat yang diberikan oleh orang lain yang mendapat izin dari Allah. Syafaat ini akan dapat meringankan dan membebaskanorang-orang yang seharusnya mendapat siksaan di akhirat. Orang yang diperkenankan memberi syafaat, pertama adalah Rasulullah saw. Selain itu adalah kaum muslimin yang telah mendapat izin dari Allah untuk memberi syafaat. Bahkan dalam hadits yang cukup panjang disebutkan bahwa Allah swt akan memberi syafaat kepada hamba-hamba-Nya. "... Maka para malaikat telah memberi syafaat, para nabi sudah memberi syafaat, dan orang-orang beriman pun memberi syafaat. Tidak ada lagi kecuali Dzat yang Maha Pengasih dan Penyayang. Kemudian setelah itu Allah mengambil sekali genggaman-Nya itu dari neraka orang-orang yang belum pernah membuat kebaikan sekalipun...." (HR. Muslim)

10. Ampunan dan pemaafan Allah SWT diluar syafaat-Nya


Ini adalah jalan pengampunan terakhir, yang bisa mengurangi maupun menghilangkan sama sekali azab yang seharusnya diterima seseorang yang telah melakukan dosa. Allah swt berfirman, ".... dan Dia (Allah) mengampuni segala dosa, selain syirik, bagi siapa yang dikehendaki-Nya..." (QS.An-Nisa : 48 dan 116)

Jalan pengampunan ini disediakan oleh Allah swt. Tinggal kini bagaimana kita yang membutuhkan pengampunan itu. Dan sebelum pertanyaan itu kita jawab, renungkanlah firman Allah swt berikut ini: "Dan bersegeralah kamu pada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang bertaqwa...." (QS. Ali Imran : 133) (na/wq)

http://eramuslim.com/berita-10-jalan-pengampunan-dosa.html


[ Read More ]

Posted by Unknown 0 komentar»

    translate

    English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified