kata Bijak

“Sesungguhnya puncak keteguhan adalah tawadhu’.” Salah seorang bertanya kepada Imam, “Apakah tanda-tanda tawadhu’ itu?” Beliau menjawab, “Hendaknya kau senang pada majlis yang tidak memuliakanmu, memberi salam kepada orang yang kau jumpai, dan meninggalkan perdebatan sekalipun engkau di atas kebenaran.” . “Tiga perkara dapat mengeruhkan kehidupan: penguasa zalim, tetangga yang buruk, dan perempuan pencarut. Dan tiga perkara yang tidak akan damai dunia ini tanpanya, yaitu keamanan, keadilan, dan kemakmuran.” “Ambillah nasihat baik dari orang yang mengucapkannya meskipun ia tidak mengamalkannya”. Read More At: http://cheaterserbabisa.blogspot.com/2012/05/cara-membuat-teks-berjalan-di-blog.html#ixzz1wpfxTtbo

Selamat Datang

Ahlan Wa Sahlan..

Situs2 Islam

www.harunyahya.com www.endoftimes.net www.secretbeyondmatter.com www.islamdenouncesantisemitism.com www.islamdenouncesterrorism.com www.evolutiondocumentary.com www.evolutiondeceit.com www.srf-tr.org www.bookglobal.net www.keajaibanalquran.com www.creationofuniverse.com www.bangsamusnah.com www.yesusakankembali.com www.darwinismrefuted.com www.unionoffaiths.com www.freebookcenter.net www.darwinism-watch.com www.signsofthelastday.com www.islamandbuddhism.com www.truthsforkids.com www.for-children.com www.eastturkestan.net www.islamandkarma.com www.eramuslim.com www.dakwatuna.com www.islamedia.com Menjadi Muslimah Sejati Arsip Artikel-Artikel Umat Islam Ibrahimovic Journal Wisata Hati Blogs Hanan’s Blog أهل السنة ظاهرون إلى يوم القيامة Ngaji Salaf :: أهل السنة ظاهرون إلى يوم القيامة Segarkan Hati !!!! Cintailah Arsip Moslem Arsip Moslem ..:: Menuju Era Dakwah Tanpa Batas ::.. Aldakwah.org :: Mitra Dakwah dan Pendidikan Media Islam - Situs dari dan Untuk Umat Islam :) Komunitas Tarbiyah London http://www.pks-anz.org/ Komite Tarbiyah Umat Islam Indonesia Jihad Kaum Muslimin di Bumi Palestina & Sekitarnya Wanita Islam Di Dalam Perjalanan Media Muslim Community Forum islammuda.com forumislam.tk The Spirit of Muslim :: MuslimSources.com My Alazka.com: Komunitas Gaul Muslim Alazka Muslimah Sejati, Jadilah Muslimah Kaffah!!! Aqidah Islam WebBlogs DKM ‘ibaadurrahmaan Fakultas Kehutanan IPB Syariah Online Al-Ikhwan.net Kisah Seputar Umat Islam pk-sejahtera.org :: KAMMI Jepang Madah Tarbiyah Kaderisasi Umat Menuju Keadilan Sejahtera Moslem Community WebBlogs Sejarah | Berita | Siroh & Kisah | KisahIslam.COM - Serambi Depan Info Palestina ::: Save Palestina From Laknatulloh Yahudi Islamic Space Online Tarbiyah.com Media Muslim INFO, Situs Islam Terdepan Terpercaya MyQuran.Org :: PKPU Online Ahlan wa sahlan fi ukhuwah.or.id Eramuslim: Situs Warta Muslim Read More At: http://cheaterserbabisa.blogspot.com/2012/05/cara-membuat-teks-berjalan-di-blog.html#ixzz1wpfxTtbo

MELURUSKAN PACARAN, MEMBENINGKAN PERASAAN


Sesungguhnya telah banyak energi yang dikeluarkan untuk berdebat mengenai hokum dari pacaran. Peredebatan itu telah membawa dua aliran besar, yaitu pro dan kontra terhadap pacaran dan dalam hal menjustifikasi masalah pacaran yang sebenarnya merupakan masalah kecil dibandingkan dengan masalah-masalah lain yang lebih memerlukan prioritas untuk dipecahkan, misalnya kemiskinan yang merajalela, ketimpangan kemakmuran, pengangguran yang merata serta kriminal yang makin menggila.



Sudah saatnya kita duduk bersama untuk merumuskan suatu solusi yang kongkrit bagi mereka yang sedang jatuh cinta dengan lawan jenisnya. Setiap manusia normal di dunia ini pastilah mempunyai rasa cinta terhadap lawan jenis, sebagaimana Allah SWT terangkan dalam Al-Quran surat Al-imron ayat 21 yang artinya “diciptakan indah pada pandangan manusia yaitu kecintan terhadap wanita-wanita… “. Ayat ini bukti nyata bahwa konstitusi Islam telah mensyahkan seseorang untuk jatuh cinta terhadap lawan jenisnya. Mencintai lawan jenis adalah suatu fitrah manusia yang normal dan sangat wajar sekali. Dari sini muncul perilaku manusia yang mencoba untuk mengekspresikan cintanya tersebut, banyak sekali perilaku yang dilakukan oelh seseorang yang telah terkena virus “jatuh cinta”, mulai dari sering memandang wajah, sering berkirim sms, telpon sampai dengan sering berkunjung ke rumah atau berjalan-jalan dan memeberikan hadiah pada orang yang dicintai. Mengapa perilaku seperti itu muncul? Jawabnya tidak lain karena secara naluriah manusia ingin mengekspresikan cintanya agar pujaan hatinya mengetahui keberadaan cintanya tersebut.

Motivasi lain dari “perilaku cinta” tersebut adalah keinginan untuk mencintai dan dicintai. Setiap manusia pastilah mempunyai kebutuhan untuk mencintai dan dicintai, bila seseorang tiudak memiliki rasa cinta, khususnya pada lawan jenis maka seseorang tersebut dipastikan terkena gangguan jiwa yang secara psikologis dapat digolongkan dalam banyak jenis penyimpangan. Namun bila yang bersangkutan menyatakan diri sehat dari gangguan jiwa sementara tidak mengakui adanya rasa cinta dengan lawan jenis maka sesungguhnya is telah berbohong pada hati nuraninya.

Rasa cinta di atas bukanlah suatu dosa dalam islam. Begitupun dengan perilaku-perilaku yang mincul sebagai ekspresi dari rasa cinta itu. Seiring dengan perkembangan usia manusia meunculah istilah pacaran yang digunakan sebagai symbol atau label dari seseorang yang mencoba mengekspresikan rasa cinta pada lawan jenis. Pacaran pada hakekatnya hanyalah sebuah istilah yang digunakan pada mereka yang sedang melakukan pendekatan terhadap kekasih hati yang telah memikat hatinya. Tidak ada salahnya dengan mengambil istilah pacaran sebagai symbol dari perilaku mencintai. Nah, menagapa kemudian muncul banyak pendapat yang mengharamkan pacaran? Itu semua tidak lain karena mereka yang kontra dengan pacaran telah terjebak pada stigma yang menyatakan bahwa pacaran hanya memilki muatan negatif semata. Benarkah pendapat mereka? Tentu saja itu sangat relatif, karena sebenranya kita tak dapat menghakimi segala sesuatu hanya berdasar pada emosi semata, mengapa saya m,engatakan dengan istil;ah emosi semata, karena pada prakteknya, ketidaksetujuan mereka terhadap pacaran telah mewajibkan semua pengikutnya untuk memutus hubungan bila telah memiliki pacar, menolak aktifitas apapun yang diosebut dengan pacaran, dan termasuk memaksa untuk disegerakan menikah bagi mereka yang telah tertarik pada lawan jenis meskipun mereka sadar bahwa secara finansial mereka belum mapan, dan secara mental pun mereka masih labil.

Akibatnya banyak terjadi pernikahan yang dilakukan tanpa didasari rasa cinta terlebih dahulu, mereka berpendapat bahwa rasa cinta itu akan tumbuh secara alamiah seiring berjalannya waktu. Mereka pun lantas menjodoh-jodohkan satu dengan yang lain tanpa peduli dengan “perasaan asli” yang mereka miliki. Hal ini diperparah lagi dengan mempercayakan cinta mereka untuk dimediatori oleh seorang murobi yang terkadang memiliki fasted interest atau kepentingan pribadii yang bertentangan dengan hati nurani.

Apakah islam sedemikian ketat sehingga melarang aktifitas pra nikah kecuali melamar semata? Apakah islam tidak memberikan ruang untuk saling mengenali terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk hidup bersama? Apakah kita harus menikah dahulu sebelum berpacaran? Bila jawabanya “iya” maka pertanyaan selanjutnya adalah dosakah mereka yang melakukan proses pacaran? Dosakah bila seseorang mencintai lawan jenisnya kemudian muncul rasa rindu dan lain-lain? Apakah seseorang yang menyatakan cinta itu terlarang dalam islam? Karena takut terkena zina hati? Bila kesimpulan dari pertanyaan di atas di jawab tegas dengan menyatakan bahwa pacaran itu haram karena nabi tidak pernah mempraktekan hal tersebut maka pertanyaan selanjutnya adalah, apakah orang tua kita terdahulu yang juga melakukan pacaran itu berdosa? Apakah buku, majalah, kaset, film, radio, televisi, Koran dan berbagai media yang menyuguhkan tentang proses pacaran juga dikategorikan sebagai dosa? Apakah seminar, diskusi, bedah buku dan forum serta pengajian yang menelaah tentang sisi positif pacaran juga diharamkan? Bila jawabanyya “iya” maka akan muncul suatu pertanyaan yang pada kesempatan bedah buku “Pacaran is Solution” akan kita diskusikan, yaitu solusi apa yang ditawarkan pada mereka yang ingin berpacaran, telah berpacaran atau dalam proses pendekatan pada lawan jenis.

Kita membutuhkan solusi kongkrit bukan justifikasi halal – haram dan sejenisnya. Sudah terlalu sering kita mendengar kampanye anti pacaran dengan mengatakan “pacaran no, nikah yess!”. Istilah ini, sekilas terkesan benar namun bila di telaah lebih dalam akan terdapat suatu kondisi yang kontradiksi dengan kenyataan yang terjadi. Mengapa ini bisa terjadi? Karena pada dasarnya tidak mungkin orang menikah tanpa melalui proses pendekatan dan perkenalan meskipun hanya dengan waktu yang sangat singkat. Dengan demikian banyak kalangan yang tidak konsisten dengan pernyataan yang mengharamkan pacaran. Kebanyakan dari kalangan yang mengharamkan pacaran memberikan pendapat bahwa Rosullalah SAW tidak pernah melakukan pacaran dengan istri-istrinya sebelum menikah, ini terjadi karena di jaman Nabi memang tidak ada istilah pacaran. Perilaku nabi tersebut seharusnya kita jadikan acuan untuk disinkronkan dengan kondisi masyarakat saat ini yang jelas berbeda dengan kondisi di jaman Rosulallah SAW

sumber : Tauchid,Munif .http://www.munif-tauchid.8m.com/whats_new.html

Categories:

    translate

    English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified