Sebagai seorang manusia yang tak luput dari salah dan
dosa, kita dituntut untuk mengevaluasi dan memperbaiki apa-apa yang telah
dilakukan . karena akan ada hari dimana amal-amal kita dipertanggungjawabkan. Oleh
karena itu muhasabah adalah salah
satu jalan bagi sobat-sobat yang insya allah mendatangkan keridhaan dari Allah
swt. dan kebaikan bagi kita semua.
Lanjut….
Tau gak sih muhasabah apa..?
Muhasabah
atau menghisab, menghitung atau mengkalkulasi diri adalah satu upaya bersiap-siaga
menghadapi dan mengantisipasi yaumal hisab (hari perhitungan) yang sangat
dahsyat di akhirat kelak. Oke deh… kalau kita sudah tau defininisi tapi perlu
ada landasan yang kuat.. Perhatikan firman Allah swt.:
“Hai
orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri,
memperhatikan bekal apa yang dipersiapkannya untuk hari esok (kiamat).
Bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu
kerjakan”.(QS. 59:18).
Persiapan bekal akhirat tidak jauh berbeda
ketika kita akanmelakukan kegiatan jauh atau misalkan Naik Gunung. Nah,… salah
satu yang harus dipersiapkan adalah takwa dan iman yang kokoh. Karena di
hadapan Allah yang paling mulia bukan orang-orang paling cantik, tampan, kaya,
cerdas, genius, tau yang lainny dah.. V
orang takwa bro..
Teringat sebuah nasehat lukman Al Hakim yang sangat indah
“Wahai
Anakku…
Dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak sekali manusia yang tenggelam ke
dalamnya. Oleh karena itu, jadikan perahumu itu Taqwa kepada Allah SWT. dan
isilah perahu itu dengan mutan Iman kepada-Nya. Lengkapi dengan layar Tawakkal,
mudah-mudah engkauselamat.”
Sobatku
yang dirahmati Allah Swt.,
Muhasabah
di sini artinya senantiasa memeriksa diri kita sendiri. Sudah sejauh mana sih
yang kita raih dalam beramal baik. Sudah banyak nggak pahala yang kita perbuat,
atau jangan-jangan malah sebaliknya kedurhakaan dan maksiat yang mengisi penuh
pundi-pundi amal yang bakalan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah? Aduh,
naudzubillahi min dzalik!.. Cape deh…
Jangan
sampe suatu saat kita hanya bisa menyalahkan orang lain yang kita tuduh nggak
mengingatkan kita dari berbuat maksiat, padahal kita yang nggak mau diingatkan
dan malah menyalahkan yang mengingatkan kita. Kalo itu yang kita lakukan
berarti kita udah ngelakuin argumentum ad hominem, lho. Buruk muka cermin dibelah
tuh… Eh bisanya nyalahinorang kebangetan tuh,..
Padahal
nih, kalo kita mau berpikir lebih dalem lagi tentang diri kita, tentunya kita
bisa merasakan betapa lemahnya kita. Betapa ringkihnya kita sebagai manusia.
Kalo ingin membayangkan gimana lemahnya kita, bisa kita mengkaji diri bahwa
seteliti-telitinya kita, selalu aja ada celah kosong yang bisa membuat kita
teledor. Sepandai-pandainya kita, selalu saja ada peluang untuk berlaku bodoh
dan salah. Betul ndak...?
The
Finaly…Nikmati dunia ini dengan cara yang benar dan tuntunan yang sesuai
ketetapan Allah Swt. dan RasulNya. Tak perlu khawatir, karena semua yang
diberikan oleh Allah Swt. kepada kita adalah demi kebaikan kita. Tetaplah kita
bersama Allah Swt. dan RasulNya. Jalani hidup dengan ikhlas, insya Allah
nikmat, bahagia, tanpa perlu merasa was-was. Ikhlas menjadikan kita lebih
terhormat di hadapan Allah Swt., juga menjadikan orang lain berusaha mencontoh
pribadi kita yang baik. Semoga, kita semua bisa menjadi hamba-hamba Allah Swt.
yang senantiasa ikhlas menghadapi berbagai kenyataan hidup sembari berdoa memohon
ampun dan pertolongan kepada Allah Swt. Kita muhasabah diri: seberapa ikhlaskah
kita? Hanya kita yang mampu menjawabnya….
Semoga
menjadikan inspirasi buat kita-kita yah… heeee
Wallahu Alam..
Wallahu Alam..
Categories:
nutrisi jiwa
