A. Zionisme
Istilah
Zionisme, berasal dari kata Zion dalam bahasa Ibrani (Yahudi), yang berarti
batu. Mak-sudnya, ialah batu bangunan istana yang didirikan oleh Nabi Sulaiman
di kota Al-Quds, Yerusalem, Israel.
Kata Zionis ini
kemudian dipergunakan sebagai nama suatu ideologi yang diikuti oleh bangsa
Yahudi di seluruh dunia, yaitu bahwa bangsa Yahudi akan mendirikan kerajaan
Israel Raya dengan Al-Quds sebagai ibu kotanya. Untuk mengetahui lebih jauh
tentang Zionis ini, berikut kami paparkan secara lengkap berdasarkan tulisan
Dr. Majid Kailany dalam bukunya Al-Khatharush - Shahyuny ‘alal ‘Alamy
al-Islamy1)
Banyak sudah
pakar yang meneliti hakikat yang melatarbelakangi berbagai peristiwa sejarah.
Dari mereka ada kelompok yang membentuk studi khusus, dengan tujuan untuk
mengetahui secara pasti tentang rahasia yang ada di balik peperangan antar
manusia. Sebagian dari mereka ada yang menghabiskan waktu lebih dari 40 tahun,
untuk mengetahui rahasia sejarah, seperti banyak dise-butkan dalam Kitab-Kitab
suci. Salah satu dari kisah yang terkenal adalah kisah terusirnya Adam dan
istrinya dari Firdaus karena terpengaruh oleh godaan setan. Sejak peristiwa
ini, kekuatan jahat tetap menghembuskan racunnya ketengah-tengah umat manusia
sampai sekarang. Sejarah ini menyadarkan kita, bahwa setiap peperangan,
pergolakan atau kekacauan, yang sering menim-bulkan kehidupan manusia dan
materi adalah akibat dari persekongkolan kekuatan jahat terhadap kebenaran.
Berbagai data
telah bisa dikumpulkan oleh para pengamat sejarah. Pada prinsipnya, pertikaian
yang timbul sepanjang sejarah ternyata bukan melawan musuh berupa manusia,
melainkan kekuatan setan di balik kegelapan yang diderita oleh manusia, di
seputar orang-orang yang menduduki jabatan penting di dunia. Mereka inilah yang
menutup mata bangsa-bangsa dengan kaca mata setan, sehingga tidak bisa melihat
ajaran Allah yang maha benar.
Kita sendiri sering melupakan peringatan Kitab Suci, bahwa setan itu adalah lambang kecerdikan, kesesatan dan kelicikan, sekaligus merupakan kekuatan untuk menghancurkan aturan Syariat Tuhan, yang diturunkan untuk mengatur kehi-dupan manusia dengan tenteram, damai, kasih-sayang dan saling menghormati. Pada saat yang sama kita melihat idiologi setan yang mengklaim filsafat sebagai kebenaran, yang dalam istilah politik moderen berfungsi sebagai regim thaghut dan diktator. Idiologi setan itu menciptakan sistem sosial yang membuka peluang lebar bagi timbulnya kebencian, kebobrokan dan pemberangusan kebebasan sejati, yang pada akhirnya mencabik-cabik ikatan keluarga dan masyarakat. Kitab Tilmud atau Taurat orang Yahudi (bukan Taurat Nabi Musa) adalah kisah Perjanjian Lama, yang dijadikan pegangan bagi kekuatan setan untuk menguasai dunia, sehingga bumi ini penuh dengan kejahatan, kedhaliman dan penindasan. Demikian-lah gereja setan yang berdiri di muka bumi, sejak lahirnya berusaha keras mengadakan perse-kongkolan untuk memerangi ajaran Allah.
Kita sendiri sering melupakan peringatan Kitab Suci, bahwa setan itu adalah lambang kecerdikan, kesesatan dan kelicikan, sekaligus merupakan kekuatan untuk menghancurkan aturan Syariat Tuhan, yang diturunkan untuk mengatur kehi-dupan manusia dengan tenteram, damai, kasih-sayang dan saling menghormati. Pada saat yang sama kita melihat idiologi setan yang mengklaim filsafat sebagai kebenaran, yang dalam istilah politik moderen berfungsi sebagai regim thaghut dan diktator. Idiologi setan itu menciptakan sistem sosial yang membuka peluang lebar bagi timbulnya kebencian, kebobrokan dan pemberangusan kebebasan sejati, yang pada akhirnya mencabik-cabik ikatan keluarga dan masyarakat. Kitab Tilmud atau Taurat orang Yahudi (bukan Taurat Nabi Musa) adalah kisah Perjanjian Lama, yang dijadikan pegangan bagi kekuatan setan untuk menguasai dunia, sehingga bumi ini penuh dengan kejahatan, kedhaliman dan penindasan. Demikian-lah gereja setan yang berdiri di muka bumi, sejak lahirnya berusaha keras mengadakan perse-kongkolan untuk memerangi ajaran Allah.
Ketika Nabi
Musa diutus menyampaikan Risalah Tuhan, persekongkolan setan telah sampai pada
puncaknya. Dunia yang dikenal pada masa itu telah sepenuhnya dikuasai oleh
mereka. Mereka telah menguasai rakyat dan menduduki pos-pos penting dalam
berbagai bidang kehidupan. Nabi Musa telah mengetahui ketimpangan itu segera
memerangi mereka, dan menjuluki mereka sebagai anak-anak setan (Lucifer).
Bahkan Nabi Musa mengungkapkan di muka umum, bahwa mereka itulah orang-orang
yang menamakan dirinya Yahudi, dan sekaligus merusak syariat Nabi Musa. Mereka
oleh Nabi Musa juga dicap sebagai pendusta yang tidak menganut agama apa pun,
disamping juga ‘dikukuhkan’ sebagai rentenir Yahudi. Dengan demikian, Nabi Musa
sebagai utusan Allah telah membeberkan hakikat kebu-rukan setan bertubuh
manusia. Adalah bagian dari misinya untuk menyelamatkan manusia dari kejahatan
setan yang dari masa ke masa terus menyesatkan manusia. Tindakan Musa ini
meng-ilhami generasi bangsa-bangsa berikutnya untuk mengetahui persekongkolan
setan itu, agar selan-jutnya bisa menghindar. Semoga salam sejahtera
dilimpahkan Allah kepada Nabi Musa, semoga pula kita bisa mengambil i’tibar
dari beliau dalam memerangi kejahatan setan.
B. Konspirasi
dalam Perjalanan Sejarah
Karena kehendak Allah semata
persekongkolan moderen (Konspirasi moderen) terpukul dan terungkap oleh halayak
umum pada tahun 1784. Akibat pukulan itu, bukti dan dokumen rahasia banyak yang
jatuh ke tangan pemerintah Bavaria. Peristiwa ini terjadi setelah Adam Weiz
Howight, salah seorang pendeta Kristen terkemuka dan profesor Theologi pada
universitas Angold Stadt di Jerman Murtad dari agamanya. Ia kemudian mengikuti
faham Atheisme.
Pada tahun 1770 tokoh-tokoh Yahudi
Jerman kemudian menemukan Adam Weiz Howight sebagai seorang cendekiawan yang
paling tepat untuk dimanfaatkan, demi kepentingan Yahudi. Mereka segera menghubungi
Howight untuk selanjutnya memberi tugas penting, agar Howight bersedia meninjau
Kitab Protokol tokoh-tokoh Zion klasik, kemudian menyusunnya kembali
berdasar-kan prinsip moderen sebagai langkah untuk menguasai dunia, yaitu
dengan meletakkan faham Atheisme dan menghancurkan seluruh ummat manusia. Lebih
jelasnya, untuk menghancurkan bangsa lain selain Yahudi (Gentiles), yaitu
dengan menyalakan api peperangan dan pembunuhan masal (Genocide), pemberontakan
dan membentuk organisasi teroris berdarah dingin, disamping menghancurkan
pemerintah yang berlandaskan prinsip kemanusiaan.
Tahun 1776 Howight telah
menyelesaikan tugasnya dengan cemerlang, dengan meletakkan dasar-dasar sebagai
landasan program berdarah sebagai berikut :
- Menghancurkan pemerintah yang sah,
dan men-dongkel ajaran agama dari pemeluknya.
- Memecah-belah bangsa non-Yahudi (Gentiles) menjadi berbagai blok militer yang saling ber-musuhan terus-menerus, dengan menciptakan berbagai masalah antara blok-blok itu, mulai dari masalah ekonomi, sosial, politik, budaya, ras dan seterusnya.
- Memecah-belah bangsa non-Yahudi (Gentiles) menjadi berbagai blok militer yang saling ber-musuhan terus-menerus, dengan menciptakan berbagai masalah antara blok-blok itu, mulai dari masalah ekonomi, sosial, politik, budaya, ras dan seterusnya.
- Mempersenjatai blok-blok agar
saling meng-hancurkan.
- Menanamkan benih perpecahan dalam
suatu negeri, kemudian memecah-belah lagi menjadi berbagai kelompok, yang
saling membenci. Dengan begitu, sendi-sendi agama dan moralitas serta materi
yang mereka miliki akan terkuras habis.
- Mewujudkan seluruh cita-cita yang
telah disusun secara bertahap, yaitu menghancurkan peme-rintah yang sah serta
norma-norma susila, terma-suk ajaran agama dan moralitas yang menjadi pegangan
masyarakat.
Ini merupakan langkah pertama untuk
menabur benih pergolakan, kebejatan dan kekejaman.
Peranan Howight bukan hanya meletakkan prinsip dasar dalam Konspirasi Internasional itu, melainkan juga menyusun kembali organisasi Freemasonry. Ia diberi kepercayaan untuk menge-palai organisasi rahasia tersebut, dan melaksanakan rencana yang telah disusun dengan nama samaran Perkumpulan Cendekiawan Zion, yang oleh para tokoh Yahudi juga disebut sebagai Perkumpulan Nurani Yahudi. Sebutan ini lebih tepat jika dinis-batkan kepada asal kata ‘An-Naar’ yang berarti ‘api’, daripada kepada kata ‘An-Nur’ yang berarti cahaya. Sebab, cendekiawan yang dimaksud adalah anak-anak setan yang bertubuh manusia. Sedang setan itu menurut Al Qur’an diciptakan dari api. Dan lagi Howight dalam gerakan yang dipimpin-nya menggunakan tipu daya licik, agar hakikat busuk dari rencana kegiatannya tetap merupakan rahasia.
Peranan Howight bukan hanya meletakkan prinsip dasar dalam Konspirasi Internasional itu, melainkan juga menyusun kembali organisasi Freemasonry. Ia diberi kepercayaan untuk menge-palai organisasi rahasia tersebut, dan melaksanakan rencana yang telah disusun dengan nama samaran Perkumpulan Cendekiawan Zion, yang oleh para tokoh Yahudi juga disebut sebagai Perkumpulan Nurani Yahudi. Sebutan ini lebih tepat jika dinis-batkan kepada asal kata ‘An-Naar’ yang berarti ‘api’, daripada kepada kata ‘An-Nur’ yang berarti cahaya. Sebab, cendekiawan yang dimaksud adalah anak-anak setan yang bertubuh manusia. Sedang setan itu menurut Al Qur’an diciptakan dari api. Dan lagi Howight dalam gerakan yang dipimpin-nya menggunakan tipu daya licik, agar hakikat busuk dari rencana kegiatannya tetap merupakan rahasia.
Organisasi bertujuan menciptakan
satu peme-rintahan dunia, yang tersendiri dari tokoh-tokoh yang memiliki tingkat
intelegensia tinggi. Dengan perkumpulan inilah Howight mampu merekrut sejumlah
lebih dari 2000 tokoh kaliber dunia, dengan latar belakang yang berbeda untuk
menjadi anggota kelompok nurani, mulai dari ilmuwan, psikolog, ahli ekonomi,
politisi, pengusaha dan guru-guru besar berbagai universitas terkemuka. Tidak
lama kemudian, Howight berhasil men-dirikan Free Masonry Induk yang disebut The
Grand Eastern Lodge, yang dijadikan sebagai pusat dan panutan bagi lain-lain
perkumpulan Free Masonry yang tersebar di kota-kota besar dunia.
.
C.Taktik
Konspirasi
Weiz Howight belum merasa puas
dengan prestasi yang telah diraih. Ia melangkah lebih jauh dan membuka hubungan
dengan berbagai kalangan tinggi kaum Yahudi untuk meletakkan rencana yang lebih
matang, dan sekaligus pelaksanaannya. Disini kita bisa mengukur, sejauh mana
rencana gila yang diletakkan oleh anak-anak setan sebagai perangkap terhadap
kaum Gentiles. Ini kita ketahui dari dokumen rahasia yang bocor, sehingga
rencana rahasia yang telah mereka susun rapi bisa ter-ungkap.
Adapun rencana umum dalam Konspirasi
yang harus dipegang oleh para tokoh Free Masonry sepanjang sejarah adalah :
- Menggunakan taktik suap dengan
uang, di samping memakai sarana kebebasan seks, dalam upaya menggaet tokoh yang
punya kedudukan tinggi dalam bidang akademik, ekonomi, sosial dan lain-lain,
yang bisa dijadikan sarana Kon-spirasi. Apabila umpan yang diincar berhasil
dijaring masuk perangkap, maka dengan diam-diam para tokoh Freemason mulai
melilitkan tali-tali perangkap pembiusan lewat arena politik, ekonomi, sosial,
atau menjadikan mangsanya sebagai skandal yang menggemparkan. Tidak jarang para
penderita itu mengalami nasib penculikan, penyanderaan, atau bahkan
pem-bunuhan, termasuk pula istri dan anak-anak mereka.
- Para tokoh Freemason yang bekerja
sebagai pen-didik di berbagai lembaga pendidikan ditu-gaskan untuk
memperhatikan anak-anak didik yang berbakat, dan membinanya sebagai sosok
manusia yang berpandangan anti nilai-nilai moral dan imnual, sehingga kelak
mudah diman-faatkan oleh gerakan Free Masonry.
- Menyiapkan program kerja yang
menyangkut kader-kader Freemasonry, untuk memperluas jaringan kerja dengan
memusatkan kegiatan pada bidang mass media, melalui surat kabar, majalah, radio
dan TV. Jaringan kerja ini harus ditempatkan di bawah pengawasan Perkum-pulan
Yahudi Internasional.
- Menguasai alat komunikasi dan mass
media untuk dimanfaatkan sebagai senjata dalam membuat berita yang
membingungkan, atau memalsukan kenyataan, atau memutar-balik fakta. Maka,
kekacauan dunia bisa disetir oleh mereka.
Prancis dan Inggris pada masa itu
adalah dua negara adikuasa dunia. Maka Howight menjadikan dua negara itu
sebagai target utama untuk dihan-curkan dari dalam oleh persekongkolan Yahudi,
untuk kemudian dikuasai. Demikanlah Howight bekerjasama dengan tokoh-tokoh
Yahudi dalam proyek rahasia yang punya dua ujung tombak sasaran, yaitu satu
sisi menjerumuskan Inggris ke dalam kancah peperangan yang berkepanjangan di
berbagai negeri jajahannya, sehingga nyaris mengalami kelumpuhan yang parah.
Sisi lain adalah menyalakan api revolusi besar di Perancis yang mampu
menggoncangkan masyarakat Perancis tahun 1789.
Setelah selesai merumuskan program
di atas, Kaum Nurani Yahudi menugaskan seorang tokoh Freemasonry asal Jerman
bernama Tasfaac pada tahun 1784, untuk menyusun program Weiz Howigt dalam
bentuk buku yang diberi nama Program Asli yang Unik. Sejak itu buku tersebut
menjadi pegangan dan rujukan bagi persekongkolan Internasional. Perkumpulan
Freemasonry mengi-rim satu eksemplar buku penting itu kepada beberapa tokoh
Yahudi di ibu kota Perancis, untuk mengatur jalannya gejolak revolusi. Namun
berkat Rahmat Allah semata, utusan tersebut disambar petir ketika ia sampai di
sebuah kota kecil antara Frankfurt dan Paris, dan meninggal dunia saat itu
juga. Ketika pasukan keamanan menyelidiki untuk mengetahui sebab kematiannya,
dokumen penting yang ada dalam saku mantelnya sangat menge-jutkan mereka.
Dokumen tersebut segera disam-paikan kepada yang berwajib di kerajaan Bavaria.
Penguasa Bavaria mempelajari dokumen
terse-but dengan penuh perhatian. Setelah itu, pemerin-tah segera mengeluarkan
instruksi kepada pasukan keamanan untuk menduduki sarang Freemasonry The Grand
Eastern Lodge, yang dipimpin oleh Weiz Howight itu. Demikian pula nama-nama
Kaum Nurani Yahudi yang terdapat dalam doku-men tersebut tidak luput dari
penggerebekan pasukan keamanan. Di kediaman mereka itu pula ditemukan dokumen
penting lainnya mengenai program Yahudi. Pemerintah Bavaria menyadari kejahatan
program Perkumpulan Gereja tertinggi Yahudi yang bersekongkol dengan sejumlah
konglomerat internasional dalam sebuah organisasi rapi dan mengerikan, sampai
tingkat yang sukar dijangkau oleh hayalan manusia. Pemerintah Bavaria menyadari
sepenuhnya adanya bahaya program setan tersebut terhadap dunia kese-luruhan.
Maka pemerintah memandang perlu menyebarluaskan dokumen itu kepada raja-raja di
Eropa dan para tokoh gereja. Akan tetapi ternyata para tokoh Yahudi dan para
pemilik modal inter-nasional telah lama menyusup ke dalam jaringan pemerintah
negara-negara Eropa. Mereka masih tetap mampu dengan mudah membungkam mulut
para raja dan para tokoh gereja itu.
Peristiwa kebocoran rahasia di atas dijadikan pelajaran berharga oleh Perkumpulan Konspirasi Yahudi. Para tokohnya bersikap lebih berhati-hati dan lebih waspada dalam kondisi apa pun. Sejak itu pergerakan mereka nyaris menghilang dari permukaan, meskipun kegiatan mereka sebenarnya masih berjalan seperti biasa. Hanya saja, kegiatan mereka selanjutnya banyak dialihkan masuk ke dalam perkumpulan Freemasonry yang lain, yang disebut The Blue Masonry dengan tujuan mendi-rikan sebuah organisasi Masonry di dalam Masonry itu sendiri. Mereka sepakat memperluas jaringan kerja yang anggotanya terdiri atas beberapa tokoh Yahudi nomer wahid, agar program rahasia mereka tidak mudah bocor keluar. Pemilihan anggota inti dilakukan lewat pemantauan dan pertimbangan mendalam, diambil dari anggota perkumpulan rahasia itu, terutama dari mereka yang menganut faham atheisme, dan tidak berpegang pada prinsip moral. Faktor yang amat dipentingkan ialah mereka harus berdedikasi tinggi kepada Freemasonry.
Peristiwa kebocoran rahasia di atas dijadikan pelajaran berharga oleh Perkumpulan Konspirasi Yahudi. Para tokohnya bersikap lebih berhati-hati dan lebih waspada dalam kondisi apa pun. Sejak itu pergerakan mereka nyaris menghilang dari permukaan, meskipun kegiatan mereka sebenarnya masih berjalan seperti biasa. Hanya saja, kegiatan mereka selanjutnya banyak dialihkan masuk ke dalam perkumpulan Freemasonry yang lain, yang disebut The Blue Masonry dengan tujuan mendi-rikan sebuah organisasi Masonry di dalam Masonry itu sendiri. Mereka sepakat memperluas jaringan kerja yang anggotanya terdiri atas beberapa tokoh Yahudi nomer wahid, agar program rahasia mereka tidak mudah bocor keluar. Pemilihan anggota inti dilakukan lewat pemantauan dan pertimbangan mendalam, diambil dari anggota perkumpulan rahasia itu, terutama dari mereka yang menganut faham atheisme, dan tidak berpegang pada prinsip moral. Faktor yang amat dipentingkan ialah mereka harus berdedikasi tinggi kepada Freemasonry.
Perkumpulan rahasia tidak jarang
menggunakan kegiatan bakti sosial, sebagai kedok untuk menu-tupi rencana jahat
yang disembunyikan di balik layar, seperti kasus yang menimpa John Robinson,
seorang guru Filsafat pada Universitas Scotlandia. Ia tidak menyadari telah
terperangkap dalam ja-ringan program Yahudi Internasional itu. Ia meng-adakan
perjalanan ke berbagai negara Eropa, untuk mempelajari program kerja yang telah
disusun oleh Weiz Howight, dengan tujuan membentuk peme-rintahan diktator yang
ideal, yang menguasai dunia. Pada mulanya John Robinson meragukan program kerja
Yahudi itu. Namun keraguannya segera berubah menjadi yakin, setelah ia
mengetahui peran perkumpulan Yahudi pada Revolusi Perancis pada tahun 1789, dan
pengaruh mereka terhadap tokoh-tokoh gereja dan pemerintah Perancis. Maka ia
segera menyadari bahaya yang mengancam negara-nya Inggris, dan segera menulis
surat tentang bahaya persekongkolan Yahudi yang diberi judul Keterangan. Namun
peringatan itu tidak mampu menggugah pemerintah negaranya disebabkan oleh
besarnya pengaruh Yahudi, khususnya setelah berdirinya Bank Inggris atas
persekongkolan mereka.
Adapun di Amerika Serikat,
Freemasonry dikatakan relatif lebih muda. Meskipun relatif muda, perkumpulan
tersebut sudah tersebar di seluruh negeri. Mula-mula para tokoh Yahudi
kesulitan, karena adanya peringatan dari Rektor Universitas Harvard, David
Robin kepada segenap mahasiswa dan alumninya tentang pengaruh Yahudi yang terus
meningkat di kalangan gereja dan para tokoh politik. Mereka itu sudah menjadi
sekutu bagi seorang tokoh bernama Mr. Jefferson, yaitu murid Weis Howight yang
kembali ke Amerika untuk terjun ke dalam kancah politik dengan dukungan Yahudi.
Seorang calon Presiden AS yang kuat,
John Kowinsky Adams juga merasakan jeratan perse-kongkolan ini, terutama karena
melihat peran yang dimainkan oleh Jefferson, ditinjau dari sudut gerakan
Freemasonry dalam upaya mewujudkan cita-cita Yahudi untuk menguasai Amerika.
Maka J-K Adams segera mengirimkan karyanya kepada kawannya, Kolonel William
Stone dan menjelaskan tentang hakikat persekongkolan Yahudi. Tulisan tersebut
masih tersimpan di perpustakaan Ritonburg Square Philadelphia.
D. Free
Masonry
Free Mason terdiri dari dua kata,
“Free” dan “mason”. Free artinya merdeka dan mason artinya tukang bangunan.
Freemason berarti tukang bangunan yang merdeka.
Freemason adalah organisasi Yahudi Inter-nasional yang tidak ada hubungannya dengan tukang-tukang bangunan yang terdapat pada abad pertengahan. Freemason di atas juga tidak ada hubungannya dengan kegiatan pembangunan kapal atau katedral besar seperti yang banyak diduga oleh sebagian orang. Tetapi organisasi Freemason ini selalu bekerja untuk menghancurkan kesejahteraan manusia, merusak kehidupan politik, ekonomi dan sosial negara-negara yang ditempatinya. Juga berusaha merusak bangsa dan pemerintahan non-Yahudi (Goyim, pent.)
Freemason adalah organisasi Yahudi Inter-nasional yang tidak ada hubungannya dengan tukang-tukang bangunan yang terdapat pada abad pertengahan. Freemason di atas juga tidak ada hubungannya dengan kegiatan pembangunan kapal atau katedral besar seperti yang banyak diduga oleh sebagian orang. Tetapi organisasi Freemason ini selalu bekerja untuk menghancurkan kesejahteraan manusia, merusak kehidupan politik, ekonomi dan sosial negara-negara yang ditempatinya. Juga berusaha merusak bangsa dan pemerintahan non-Yahudi (Goyim, pent.)
Tujuan akhir dari gerakan Freemason
adalah mengembalikan bangunan Haikal Sulaiman2) yang terletak di masjidil Aqsa,
daerah Al-Quds yang diduduki Israel, mengibarkan bendera Israel serta
mendirikan pemerintahan Zionis Internasional, seperti yang diterapkan dalam Protokol
para cendekiawan Zionis.
Buku Protokol ini berisikan langkah-langkah
yang telah ditetapkan oleh para hakkom, catatan pembicaraan yang dilakukan di
dalam tiap rapat mereka, serta berisikan dua puluh empat bagian (ayat) yang
mencakup rencana politik, ekonomi, dan keuangan, dengan tujuan menghancurkan
setiap bangsa dan pemerintahan non-Yahudi serta menyi-apkan jalan penguasaan
bagi orang-orang Yahudi terhadap dunia Internasional.
Seorang hakkom bernama Ishaq Weis di
dalam majalah Israel Amerika mengatakan : Freemason menurut sejarahnya, derajat
dan pengejarannya adalah merupakan sebuah yayasan Yahudi. Kata-kata sandi dan
upacara ritual yang ada di dalam Freemason dari A sampai Z-nya adalah berjiwa
Yahudi.” Freemason adalah nama baru dari gerakan rahasia yang dibuat oleh
sembilan orang Yahudi di Palestina pada tahun 37 M, yang dimaksudkan sebagai
usaha untuk melawan agama Masehi, pemeluk-pemeluknya dengan cara pembunuhan
terhadap orang per orang.
Kemudian datanglah Islam menghadapi
ge-rakan rahasia ini sebagaimana agama Masehi dahu-lu menghadapi kekuatan
tersebut yang meng-gunakan senjata yang sama.
Freemason menempatkan dirinya sebagai musuh terhadap agama Masehi maupun agama Islam. Pada tahun 1717 M gerakan rahasia ini me-langsungkan seminar di London di bawah pim-pinan Anderson. Ia secara formal menjabat sebagai kepala gereja Protestan, tetapi pada hakikatnya adalah seorang Yahudi. Dalam seminar inilah gerakan rahasia tersebut memakai nama Freemason sebagai nama barunya.
E.
Awal
Penyatuan Gerakan Zionis
Pada tahun 1895
orang-orang Yahudi meng-adakan kongres yang pertama di kota Bale Swistzerland,
dihadiri oleh anggotanya sekitar 300 orang yang mewakili 50 oganisasi Zionis
yang bertebaran di seluruh dunia. Pertemuan periodik semacam itu terus
berlangsung dari masa ke masa, di tempat yang dipandang cocok oleh pimpinan
mereka. Tujuannya ialah menganalisa strategi mereka yang akan dilancarkan demi
mencapai maksud.
Pada kongres
mereka yang pertama itu mereka telah meletakkan satu garis strategi yang amat
rahasia, yaitu penghancuran seluruh dunia dan menjadikannya budak-budak Zionis.
Setelah itu mereka akan mendirikan pemerintahan Zionis Inter-nasional dengan
ibukotanya El-Quds (Yerusalem) pada periode pertama, yang akan berakhir di
Roma. Keputusan ini dituang dengan amat rahasia tetapi Allah berkehendak lain.
Seorang wanita Perancis (anggota gerakan Freemasonry) berhasil mengintip
pertemuan rahasia itu dan dibongkarlah fitnah itu. Wanita itu berhasil mencuri
sebagian dari kepu-tusan kongres itu dan membawanya lari ke Rusia. Dokumen itu
diserahkan kepada Alexis Nicolai Niefnitus, tokoh pimpinan Rusia Timur di zaman
Kaisar.
Pada tahun 1901
dokumen itu diserahkan kepada seorang pendeta gereja Orthodox yang bernama
Prof. Sergyei Nilus, kemudian dianalisa dengan cermat dan dicocokkan dengan
situasi saat itu. Mereka menjadi sadar akan bahaya yang amat besar apabila kaum
Zionis berhasil melaksanakan rencana jahat mereka. Estimasi para ahli Rusia itu antara lain :
- Keruntuhan
Kekaisaran Rusia dan diganti dengan pemerintahan komunis.
- Kembalinya
orang-orang Yahudi ke Palestina.
- Pecahnya
perang dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah, dimana yang kalah maupun yang
menang sama-sama rugi.
- Tersebarnya
kerusakan dan kekafiran di persada bumi dan lain-lain.
- Pada tahun
1902 dokumen rahasia Zionis itu diterbitkan dalam bentuk buku berbahasa Rusia
oleh Prof.
Nilus dengan
judul “PROTOKOLAT ZIONISME”. Dalam kata pengantarnya Prof. Nilus berseru kepada
bangsanya agar berhati-hati akan satu bahaya yang belum terjadi. Dengan seruan
itu terbongkarlah niat jahat Yahudi, dan hura-hura pun tak bisa dikendalikan
lagi, dimana saat itu telah terbantai lebih kurang 10.000 orang Yahudi. Theodor
Herzl, tokoh Zionis Internasional berteriak geram atas terbongkarnya Protokolat
mereka yang amat rahasia itu, karena tercuri dari pusat penyim-panannya yang
dirahasiakan, dan penyebar-luasannya sebelum saatnya akan membawa ben-cana.
Peristiwa pembantaian atas orang-orang Yahudi itu mereka rahasiakan. Lalu
mereka ber-gegas membeli dan memborong habis semua buku itu dari toko-toko
buku. Untuk itu, mereka tidak segan-segan membuang beaya apa saja yang ada,
seperti ; emas, perak, wanita, dan sarana apa saja, asal naskah-naskah itu bisa
disita oleh mereka. Mereka menggunakan semua pengaruhnya di Inggris, supaya
Inggris mau menekan Rusia untuk menghentikan pembantaian terhadap orang-orang
Yahudi di sana. Semua itu bisa terlaksana setelah usaha yang amat berat.
Pada tahun 1905
kembali Prof. Nilus mencetak ulang buku itu dengan amat cepat dan
meng-herankan. Pada tahun 1917 kembali dicetak lagi, akan tetapi para pendukung
Bolshvic menyita buku protokolat itu dan melarangnya sampai saat ini. Namun
sebuah naskah lolos dari Rusia dan diselun-dupkan ke Inggris oleh seorang
wartawan surat kabar Inggris “The Morning Post” yang bernama Victor E.Mars dan
dalam usahanya memuat berita revolusi Rusia. Ia segera mencarinya di
perpus-takaan Inggris, maka didapatinya estimasi tentang akan terjadinya
revolusi komunis. Ini sebelum lima belas tahun terjadi, yakni di tahun 1901.
Kemudian wartawan itu menterjemahkan Protokolat Zionis itu ke dalam bahasa
Inggris dan dicetak pada tahun 1912. Hingga kini tidak ada satu pun penerbit di
Inggris yang berani mencetak Protokolat Zionis itu, karena kuatnya pengaruh
mereka di sana. Demikian pula terjadi di Amerika. Kemudian buku itu muncul
dicetak di Jerman pada tahun 1919 dan tersebar luas ke beberapa negara.
Akhirnya buku itu diterjemah-kan ke dalam bahasa Arab, antara lain oleh
Muhammad Khalifah At-Tunisi dan dimuat dalam majalah Mimbarusy-Syarq tahun
1950. Perlu diketahui, bahwa tidak ada orang yang berani mempublikasikan
Protokolat itu, kecuali ia berani menghadapi tantangan dan kritik pedas pada
koran-koran mereka, sebagaimana yang dialami oleh penerjemah ke dalam bahasa
Arab yang dikecam dalam dua koran berbahasa Perancis yang terbit di Mesir.
Di antaranya
pengamatan kita tentang Proto-kolat itu, kita ketahui sarana yang mereka
gunakan dalam usaha mereka yang amat serius untuk menghancurkan dunia. Banyak
di antara yang berminat menganalisa Protokolat itu berhasil di Barat. Dari situ
mereka mengetahui dengan jelas, apa yang sesungguhnya dikerjakan oleh
orang-orang Yahudi Zionis untuk mencapai cita-citanya, khususnya di dunia Arab,
yang kondisinya seka-rang ini menghadapi berbagai kesulitan dalam kehidupan.
Banyak organisasi yang berkedok Nasionalis mempengaruhi para pemimpin kita,
atau ikut menggariskan landasan bagi masyarakat kita, yang pada hakikatnya
adalah kaki-tangan Zionis yang bekerja menghancurkan kubu-kubu kita dari dalam.
Tujuannya tiada lain ialah agar kita menyerah kepada Zionis Internasional,
sebagai-mana negara-negara Barat yang salibis terlebih dahulu menyerah di bawah
pengaruh mereka.
Adakalanya
organisasi itu murni produk salib-isme pendengki, atau mungkin juga produk
oknum-oknum mereka yang sudah terbius, sehingga mereka tidak sadar telah ikut
serta menyukseskan tujuan Zionis. Aku telah berusaha keras untuk mengungkapkan
kedok mereka yang terjaring oleh organisasi-organisasi itu, untuk mengetahui
sumber pengaruh yang dipakainya. Aku mulai dari titik subversi yang akan
menanamkan pengaruh yang kuat di dunia Islam, sampai ke tingkat seluruh sarana
kehidupan, dan juga menyangkut orang yang paling membenci Yahudi sekali pun,
yang tidak mustahil menjadi antek Zionis tanpa harus menerima upah sesen pun.
Aku tidak membang-gakan diriku sebagai orang yang paling mengerti. Banyak pula
di kalangan intelektual dan wartawan yang lebih faham tentang metode Zionisme,
tetapi tidak sedikit siaran radio yang mengumandangkan suara mereka di samping
penulisan-penulisan di media pers. Inilah yang amat mengherankan dan mengandung
tanda tanya besar. Anehnya, para penanggung-jawab itu tidak melancarkan jihad
kepada mereka di semua lapangan kehidupan. Dan yang lebih mengherankan lagi
ialah, masih adanya pemimpin yang berkedok pembaharu yang mau dipaksakan
menjalankan konsep-konsep Zionis dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan
rakyatnya sendiri. Inilah bahaya yang amat besar yang apabila kita tidak
waspada bisa menjebak kita masuk ke lingkaran mata rantai Zionisme
Inter-nasional. Lewat siasat inilah mereka mengharapkan kemenangan mutlak.?
Categories:
zionis dan yahudi
