MAKANAN HATI
Berkenaan dengan hal ini kita harus berfikir secara sadar dan atas kerelaan hati yang mendalam karena akan menghasilkan ide dan pemikiran yang maksimal. Untuk iti ada beberapa yang harus diperhatikan oleh kita sebuah nutrisi daripada hati itu sendiri yaitu: apa hati itu, bagaimana pengaruh hati bagi amal atau perbuatan, mengapa harus menjaga hati?, tips2 apa yang harus dilakukan dalam memelihara hati.
1. Apa hati itu..?
Kalaupun hati dalam bentuk fisik mungkin kita-kita udah pada tau kayaknya, kan pernah diajarkan mulai dari SD, SLTP, SMA, atau bahkan di Perguruan Tinggi. Disini gak akan dibahas yang seperti itu karena butuh pembahasan yang harus berdasarkan ilmu kedokteran atau yang lebih dalam lagi tentang organ tubuh manusia. Yang dimaksudkan disini adalah yang bersifat abstrak. Misal ada sahabat kita bilang “Aduh saya sakit hati nich…”. Nah ini maksudnya. Kita katakana saja hati sebagai jiwa, perasaan yakni sumber segala tindakan dan perbuatan yang tak pernah bohong. Coba saja ketika kita misal punya kesalahan walaupun dengan beribu alasan atau bahkan berjuta-juta alasan tapi apakah nurani kita pernah berbohong, mustahil dong…? Ya kalaupun ada bohong itu hanya akal-akalan saja. Pokonya hati itu nurani atau jiwa yang suci. Nah itulah hati.. ok.
2. Bagaimana Pengaruh Hati Bagi Amal Atau Perbuatan..?
Perasaan atau mental kita bias berpengaruh besar terhadap tindakan dan perbuatan kita sehari-hari. Ya karena ia merupakan sumber keimanan dan cahaya yang menerangi jalan kehidupan kita sehingga tidak mudah terperosok ke jalan kejejekan.
Bahkan iman saja kan salah satunya harus ada pembenaran dari hati selain dari pada lisan dan amal perbuatan. Untuk itu ketika hati kita goyah atau sedang BT maka ya bias di tebak perbuatan kita berjalan semaunya, artinya ngalir aja gitu.. tanpa ada perencanaan. Kalaupun bekerja biasanya tak ada semangat yang akhirnya hasilnya pun bias ditebak. Lain halnya dengan kondisi mental kita yang lagi stabil aktivitas-aktivitas biasanya berjalan sesuai dengan komando hati melalui pemikiran yang matang lah. Ketika bekerja atau missal sedang UAS maka kita akan siap secara mental selain secara materi.
Tetapi terkadang kenapa bimbang, was-was, gelisah atau tak tenang atau selalu banyak masalah. Ya namanya juga orang hidup bahkan orang gak hidup aja punya massalah pertanggungjawaban apalagi kita-kita. Dari rumah kita ampe amerika, kutub utara ampe kutub selatan, pejabat ampe rakyat gak terlewat dengan namanya problematika hidup. Asal kita yakin aja setelah kesulitan pasti ada kemudahan (Surat Al InSyirah:5-6). So tunggu apa lagi, kaya roket… naik ke ata… maksudnya?
Gak perlu repot-repot kita Cuma butuh satu kata “BANGKIT”.yup kita harus bangkit dari keterpurukan hati yang sedang gak mut. Ya tentunya dengan usahadan kerja keras, tentunya disertai Doa kepada Allah SWT okay..
Untuk itu diperlukan pemeliharaan dan pemeliharaan yang bener-bener bias memelihara spirit kita supaya dalam bertindak tak berjlan semaunya aja.
3. mengapa harus menjaga hati?
a. Biar selamat
Dalam permasalahan ini Rasulullah SAW. pernah memeringatkanummatnya akan peran strategis hati yang ada pada jasad manusia, bahkan beliau menyebutnya sebagai sumber kebaikan seluruh jasad atau sebaliknya sumber kejelekan.
Rasulullah Bersabda yang artinya:
“Ingatlah sesungguhnya dalam jasad manusia itu ada segumpal daging, jika ia baik, baiklah seluruh jasad, dan jika ia rusak, rusaklah seluruh jasad, segumpal daging itu adalah hati (jantung/hati(nurani)). (H.R Muttafaq ‘Alaih)
Jadi memang seperti itu hati diperhatikan, apakah mau dirawat dan dipelihara tentulah Insya Allah dunia akhirat akan selamat dan mendapat kebaikan yang kekal. Karena dengan hati yang sehat seseorang akan bisa beribadah dan melakukan amal shalih dengan tenang. Bahkan hal yang bertentangan dengan agama bisa ia bentengi dengan baik. Makan sebaliknya jika hati kita biarkan saja segalaa berbagai macam penyakit akan menghinggapi diri kita baik fisik maupun mental seperti AIDS (Angkuh, Iri, Dengki, Sombong).
Mengenai hadis diatas Ibnu Rajab mengatakan ”Dalam hadis ini terdapat isyarat bahwa bainya gerakan anggota badan seorang hamba, jauhnya dari yang haram dan terhindarnya dari syubhat (haram dan halalnya tidak jelas) sangat tergantung dari baik atau buruknya hatinya. Jika hatinya selamat, penuh dengan mahabbah (rasa cinta) kepada Allah dan cinta kepadaapa yang dicintai Allah SWT, kemudian dipenuhi rasa takut kepada Allah dan takut melakukan apa yang Allah STW. Benci maka baiklah seluruh gerakan anggota badannya, dan dari sini berubah menjadi jauhnya ia dari hal-hal yang haram dan terhindar dari syubhat-syubhat. (Sebaliknya), jika hati itu rusak makan akan dikuasai untuk mengikuti hawa nafsu, dan selalu mencari sesuatu yang dicintai hawa nafsunya meskipun dibenci Allah SWT., dan menggiring kepada maksiat dan syubhat-syubhat sesuai apa yang diinginkan hawa nafsunya.”
Ya intinya mengapa kita harus menjaga hati karena dengan hati yang bersihlah kita akan selamat sebagaimana firman Allah SWt. dalam surat As-Syu’ara ayat 88-89 yang artinya:
“(Yaitudi hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, hati yang selamat.” (Q.S As-Syu’ara: 88-89)
Hati yang keseringan melakukan dosa dan kesalahan maka di dalam hatinya tersimpan noda hitam yang pekat, apalagi yang jarang dibersihkan. Ambil saja contoh pakaian. Kalau kita rajin mencuci ketika ada noda maka nodanya pun akan mudah dibersihkan, tentunya dengan sabun/deterjen yang mudah mengangkat noda. lain halnya kalau jarang dicuci apalagi Cuma pakai airaja niscaya nodanya tak akan hilang.
Hal di atas sebagai perumpamaan noda sebagai kesalahan sabun sebagai kebaikan. Artinya ketika kita melakukan kesalahan maka bersegeralah kembali ke jalan allah. Maksud sabun?deterjen yang mampu menganngkat noda ialah dengan adanya kesungguhan ya kita kataka “TOBAT” aja biar gak euh….
Untu itu ketika kita ingin menghadap Allah usahakan bersihkan duluh nih hati. Ya tidak ada salahnyawalaupun masih remaja karena kan kalau remajanya baik mempunyai pelung besar masa tuanya lebih baik karena semakin faham dan matang dalam menentukan sesuatu. Ya umur bukan jadi alas an deh siapa tahu kan kita lebih cepat kembali ddaripada orang tua kita, kan itu usah jadi rahasia Allah. Maka dari itu persiapan dulu sebelum berangkat kalau bekalnya udah baik kapanpun dijemput pasti gak akan neyal deh… salah satunya dengan Qalbu Salim (hatibersih).
b. Sumber keputusan yang benar
Hati adalah pusat kebaikan dan kejahatan. Hati adalah ibarat Raja yang punya hak veto dalam memerintah seluruh anggota jasmani untuk berbuat baik atau jahat. Oleh karena itu bersihkanlah ia, beningkanlah dari segala kotoran, isilah dengan sifat-sifat yang baik agar ia tetap terang benderang. bersinar dan bercahaya serta mudahnya berbalik terus dalam kebaikan dan taqwa.
Adapun langkah-langkah yang harus kita lakukan adalah: Pertama, Mencari ilmu hati yakni ilmu yang bermanfaat untuk membersihkan hati, bermanfaat bagi diri, keluarga dan masyarakatnya. Kedua, Membersihkan hati dari sifat-sifat tercela (takhalli). Ketiga, mengisi hati dengan sifat-sifat terpuji yang dimulai dari sifat zuhud (tidak berambisi dan mengejar kesenangan hawa nafsu di dunia saja) dan mujahadah atau bersungguh-sungguh menuju Allah dalam istilah al-Ghazali dan Keempat, Istiqamah dan berdo'a agar hati tetap bersih, bening, bercahaya dan hanya berbalik dalam dan untuk kebaikan saja.
Segala perbuatan yang bersumber dari hati akan menghasilkan amal shalih. Perbuatan biasanya besrumber pertama kalinya dari pandangan, turun ke hati terus ke otak. Jadi disini hati berfungsi sebagai penyaring atau pembersihan hal-hal yang dilihat sebelum turun ke otak. Bisa dibayangkan bagaimana orang yang melakukan perbuatan tanpa hati-hati. Misal seorang pencopet yang mengambil barang orang dengan diam-diam, ya sudahpasti apabila dia mengembalikan rencana pencopetan itu ke hati besar kemungkinan hal itu tak akan terjadi.
c. Melairkan Ukhuwah
Ada sebuah kisah… dua Remaja yang jalan-jalan ke hutan. Kita katakana saja satu bernama Sadi dan yang satunya lagi Fadil. Mereka berjalan ke sebuah hutan untuk mencari kayu bakar, maklum ceritanya orang pedesaan. Saat itu Sadi dan Fadil langsung bersusaha mencari sesuatu yang dibutuhkan ya tidak lain kayu bakar tuh,.. dihadapan mereka ada Sebuah kayu yang kering tambah-tambah cukup besar namunyang pertama kali melihatnya adalah sadi bukan fadil. Tetapi tiba-tiba Fadil menyerobot dan berlari dari belakang sadi untuk mengambil kayu itu. Dengan perasaan kesal Sadi menuliskan tingkah laku Fadil di sebuahtanah. Tak lama kemudian Si Fadil tiba-tiba menampar muka Sadi, tak tau kenapa pokonya tanpa alasan deh. Melihat hal ini sadi jadi tambah heran dan bertanya dalam hatinya “Ada apa dengan Fadil..?”. Karena kesal namun tidak berani mengucapkannya maka ia tulis untuk kedua kalinya di tanah yang sama. Jadi kini Sadi sudah mempunyai dua catatan keburukan Fadil. Tiba-tiba sebuah musibah terjadi seketika, ketika Sadi hendak menggambil sebuah kayu bakar ada seekor ular yang secara tiba-tiba menggigitnya dan dia tak bisa berjalan untuk pulang ke rumah. Lalu digendonglah Sadi oleh Fadil hingga tiba di rumah. Kini Fadil menulis Kebaikan Fadil di sebuah batu dekat rumahnya.
Kita bisa mengambil hikmah dari kisah di atas jangan mengingat kejelekan orang lain atau teman kita. Tapi yang harus kita tanamkan dalam hati ini adalah kebaikannya sehingga tak akan ada sikap dengki pada orang lain. Dengan kita selalu mengingat kebaikan teman kita maka insya Allak Ukhuwah akan tetap terjaga.
d. Tips2 apa yang harus dilakukan dalam memelihara hati
Hati dalam bahasa Arab disebut dengan al-qalb, yang berarti bolak-balik. Disebut demikian, karena hati adalah dunia abstrak (closed area), unik, dan berkembang (developmental). Hati gampang berubah, sukar dibaca, senantiasa berkembang, dan pasang-surut.
Karena memiliki sifat seperti itu, maka hati harus dijaga dengan baik. Sebab, jika tidak dijaga, hati akan berubah menjadi hati yang sakit (al-qalb al-maridh). Begitu banyak manusia yang memiliki pikiran cerdas, tetapi akhirnya menjadi orang hina hanya karena memiliki hati yang sakit. Nah bagaimana sekarang formulanya untuk suplai hati itu sendiri. Nih ada beberapa tips untuk memelihara hati.
a. Membaca dan mentadaburi Al-Quran
Kalau kita ditanya apakah kita islam, tentu kita akan jawab Islam tapi apa kita tau dan kenal kitab sucinya orang Islam. Tentu kenal tapi jarang sekali ketemu mungkin semingu sekali, atau sebulan sekali atau bahkan setahun sekali, atau yang paling parah gak pernah ketemu. Duh ngiris sekali mendengarnya.. jangan sampe deh kaya gitu.
Tuh kan belum lagi kalau unsur-unsur yang lainnya tentu gak bakalan lulus dehI Islamnya. Nah kalau kita ngaku Islam minimal membacanya, tahapan selanjutnya menghafal atau tahapan yang paling baik mentadaburi dan menganmalkannya.
Al-Qur’an adalah penyejuk hati, obat bagi jiwa dan cahaya bagi mata hati kita yang menerangi dari kegelapan syahwat dan syubhat. Gak percaya… dalam hal ini Allah SWT. berfirman yang artinya:
“ Hai manusia, sesungguhnya telah dating kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang beriman.” (Q.S. Yunus:57)
b. Melakukan salat malam
Salah satu ibadah yang diajurkan Oleh Allah SWT. adalah ibadah Shalat Malam atau sering kia sebut shalat tahajud. Mungkin di benak kita memang tidak perlu akan hal itu jikalau tidak berdasarkan iman. Karena jika didasrai iman tentu ketika orang meninggalkan shalat malam maka dia akan merasa sangat menyesal.
Sahabatku sebagai perumpamaan dalam dagang tentulah kita menginginkan keuntungan. Kita ibaratkan saja Ibadah wajib seperti salat lima waktu, zakat, berbakti kepada kedua orang tua, dll. Dan sebagai yang sunahnya seperti membaca Al qur’an shalat malam. Shalat sunat, shadaqoh, dll. Jika kita hanya mengandalkan modal saja tentulah rugi rasanya jika dihiting. Belum lagi dikurangi dosa-dosa yang sering kita lakukan, maka akan semakin berkurang saja. Dan bisa-bisa usaha kita jadi bangkrut dan gulung tikar.
Memang berat sih kalau belum biasa.. tapi marilah kita belajar dan usaha mendekatkan diri kepada Allah, kalau kita umpamakan pahala Allah itu antara siang dan malam memangsangat banyak. Tapi ketika siang banyak pula orang yang mencarinya bahkan berusaha keras, ya kalau dibagi-bagi sih kayaknya sepertinya karena teralalu banyak yang dibagi kayaknya pahalanya gak terlalu besar yah. Tapi jikala dalam kesunyian malam disaat orang lain tidur pulas, atau bahkan ada yang maksiat. Dengan kita melakukan ibadah pada waktu itu tentulah semakin besar peluang untuk meraih keridaan-Nya karena kan yang minta sedikit..
Itulah perumpamaan sederhana, semoga kita jadi teringatkan akan hal ini sebagai wasilah untuk mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.
c. 3M (Menjaga, Melindungi dan Membuang)
Lalu, bagaimana menjaga hati agar tetap sehat? Ibnul Qayyim menjelaskan, agar hati bisa tetap sehat, ia bisa dilakukan dengan tiga cara; menjaga kekuatan hati, melindungi hati dari hal-hal yang membahayakan, dan membuang zat-zat yang berbahaya bagi hati. Kekuatan hati bisa didapatkan dengan iman. Dan iman merupakan sumber kekuatan hati paling utama. Jika iman hilang, hati akan menjadi sakit.
Sedangkan untuk melindungi hati dari hal-hal yang membahayakan, bisa dilakukan dengan menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan maksiat. Sebab, kedua hal ini yang dapat membuat hati menjadi sakit. Ia sama dengan racun yang jika dikonsumsi pasti akan membahayakan tubuh.
Terakhir, agar tetap sehat, zat-zat yang membahayakan hati harus dibuang. Dan, cara paling efektif untuk membuang zat-zat yang berbahaya tersebut adalah dengan tobat dan istighfar. Tobat dan istighfar adalah dua obat yang bisa membuang toksin di dalam hati. Ia bagaikan antibody yang bisa membuat hati tetap sehat.
d. Berdo’a
Ketika kita ingin melakukan sesuatu tetu adasejengkal harapan yang ingin disampaikan baik secara tindakan maupun secara lisan. Nah berkaitan dengan keinginan itu maka ada salah satu poinpenting yang harus dilakukan untuk menjaga hati yaitu berdoa kepada yangpunya hati kita, tidak lain adalah Allah SWT.
Perhatikan sabda Nabi mUhammad SAW. yang diriwayatkan Aisyah RA. istri Nabi:
”Wahai Aisyah! Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut yang menyukai kelembutan. Allah akan memberikan kepada orang yang bersikap lembut sesuatu yang tidak diberikan kepada orang yang bersikap keras dan kepada yang lainnya”
Kita tidak lalai akan do'a yang satu ini : "Ya Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah diriku dalam Agama-Mu dan dalam Ketaatan kepada-Mu".
Begitulah, menjaga kondisi hati untuk senantiasa istiqomah berada di jalan Allah, senantiasa bersih dari segala kotoran dan lembut dari segala kekerasan (hati), tidaklah mudah. Kesibukan dan rutinitas kita yang menguras tenaga dan pikiran, serta interaksi yang terus menerus dengan masalah duniawi, jika tidak diimbangi dengan "makanan-makanan" hati, terkadang membuat hati menjadi keras, kering, lalu mati... Padahal sebagai seorang mukmin, dalam melihat berbagai macam persoalan kehidupan, haruslah dengan mata hati yang jernih.
sumber :
Nutrisi Jiwa, Bandung: FKDF Uversitas Padjadjaran.
Majalah As-Sunnah No.10 Thun.XV Edisi Februari 2012
Munandar, Arif R. 2010. Artikel: Langkah-langkah Penting Menjaga Hati
Categories:
Motivasi