Ah, yang bener Allah
gak pernah boong? Yup, iya dong..!! Emang kamu, dikit-dikit suka boong.
Ngakunya sih dikit. But, kalau keseringan jadi banyak.
Guys…sebenarnyabukan ini pointnya.
Sekarang kamu ikut petualangan yang penuh kesan, ya. Wah apaan tuh..? Its’s
spiritual journey….. Disini kamu bakal diajak nemuin sesuatu yang selama
ini belum kamu dapetin. Penasaran? So… mangga dilanjut….
Jangan Belagu, Ah..!
Wheeizz…. kenapa sih
kita jangan belagu? Inget gak lagu Rapp “Borju”-nya Neo? Jelas banget tuh syair
lagunya, orang belagu tuh bikin bête. Pastinya kamu juga bakalan sebel khan..?
Apalagi kalau udah Show off. Pamer mobil sana-sini, pamer keenceran
otak, kecantikan, kegantengan, apalagi suka cuap-cuap sering vacation ke
luar negeri.. Whuaa.. enak Buangets. (Padahal tuh duit punya siapa lagee..?)
Tapi apa yang bakal terjadi kalau orang belagu ama Tuhannya?
Ada apa gitu? Yo..i, ada tuh. Seorang ustadz pernah cerita tentang seseorang yang
katanya Atheis, teruss bangga dengan ke-Atheis-annya sampe-sampe gak mau
ngakuin adanya Allah. Suatu waktu dia lagi kepepet, keadaan benar-benar
mengancam nyawanya. Ternyata dia nyebut-nyebut nama Tuhan. He .. he.. lucu ya,
gak tau yang disebut tuhan yang mana yang ia panggil. Ternyata dalam keadaan
kepepet itu kegengsianan gak mau ngakuin Tuhannya tiba-tiba Runtuh.
Kenapa yah itu bisa terjadi? Ternyata, jawabannya Cuma satu,
karena mereka butuh kekuatan yang lebih besar disbanding dirinya. Buka berarti
Supermen,Batman, or man-man lainnya ya. Yah, orang yang durhaka
sekalipun, yang gengsi berat buat ngakuin adanya Allah, saat kesulitan
menghadang dan mengancam nyawanya, dengan sisa kekuatan itulah ia menyebut nama
Allah.
Adanya cerita lucu sekaligus tragis..! Suatu waktu sebuah grup teater ngadain pentas yang
bertemakan God Has Die. Sang pemeran Tuhan itu meragain adegan Tuhan
yang sudah mati, semua tubuhnya ditutup kain putih. Tahu apa yang terjadi?
Ternyata pameran itu bener-bener nutup mata alias dead forever…. Hii
neri banet yaa..? maksudnya pemeran Tuhan ntu meningal dunia.
Itulah kekuasaan Allah yang dahsyat abiez. Kala ada
makhluk-Nya yang menantang , berani mengingkar-Nya maka balasannya akan datang
segera, mo cash and carry di dunia or di-Pending di Wahana arung
jeram neraka Jahanam sana. Naudzubillah…
Satu hal penting Guys,
buka Cuma orang yang mengingkari adanya kekuasaan Allah saja yang
bakalan ditimpa bonus laknat dari Allah, But orang-orang yang kelewat
sering ngelupain Allah juga bakal dapat bonus yang sama, Lho..! Yaitu
orang-orang yang diotak dan hatinya Cuma ada dunia dan segala isinya. Allah
ngasih Warning tuh buat orang-orang yang kaya gitu :
“Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya
baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari
kiamat dala kedaan buta”
(QS. Thaha (20) : 124)
Nggak Tahu atau Pura-pura Nggak Tahu..?
Yuuhuu.. masih on? Mau denger lelucon dari dunia sains
en teknologi gak? Pastinya ini cerita seru banget buat diceritain ke anak cucu
kamu kelak. Gini cu…suatu hari terjadilah perdebatan antara orang-orang
penganut Darwinisme sama klub Islam, yang dipelopori Harun Yahya. Ingt Harun
Yahya? Itu lho ilmuan yang menggebrak dunia ilmu pengetahuan denga karyanya “Evolution
Deceit”.
Penganut Darwin dengan “Origin Species”-nya berusaha
mengungkap bahwa di bumi ini gak ada fakta penciptaan. Di buku ini nih, Darwin
gak mau mengakui adanya penciptaan spesies yang berbeda-beda jenis secara
terpisah oleh Allah. Dia juga bilang kalau makhluk hidup berasal dari suatu
nenek moyang yang sama. Kemudian berkembang jadi spesies-spesies yang berbeda
dalam kurun waktu yang lama melalui perubahan bentuk yang sedikit demi
sedikit.. Hah..?!! aneh ya?
Menurutnya jerapah adalah peralihan dari rusa yang lehernya
semakin memanjang karena berusaha menggapai daun-daunan pohon yang tinggi. Waa…
tambah aneh. Segala bukti yang dikeluarkan dimasa modern dan penelitian yang
makin cangggih berhasil membuktikan bahwa fakta tentang tak adanya penciptaan
itu bisa dipatahkan.
Fakta pertama yang diluncurkan adalah ketika berhasil
ditemukan kebohongan ilmiah tentang dibuatnya fosil palsu. Tahun 1912 seorang
dokter terkenal, Charles Dawson, koar-koar mengklaim bahwa ia telah menemukan
tulang rahang dan fragment tengkorak yang mirip manusia But
rahangnya lebih mirip kera. Woii, aneh bin ajaib tuh. Lalu dengan bangganya ia
memajang fosil ini sebagai bukti adanya evolusi manusia dari kera dan
menamainya fosil manusia Piltdown. So selama 40 tahun fosil ini lebih mencolok
di jendela (burung kakatua dong,
hiiiihi,,), maksunya terpajang di Museum British.
Tapi apa yang terjadi? Tahun 1949 Kenneth Oakley dari Rtitish
Museum mencoba melakukan “pengujian fluorin” untuk menentukan umur fosil-fosil
kuno. Hasilnya bikin kaget. Kenapa? Telah terjadi pembohongan public. Ternyata tengkorak
itu hanya berusia 500 tahun dan tulang rahang pada fosil tersebut ternyata
milik kera yang baru saja mati..!!! Jadi disambung gitu deh tengkorak manusia
sama rahang kera (hehe…, emang enak
ketahuan ngibul, Mas?)
Subhanallah, Allah Maha sebaik-baik Pencipta. Siapakan yang berani
menentang kekuasaannya? Allah Never Lie, Guys. Kita terkadang gak tau atau pura-pura gak tau.
Allah sudah nunjukin begitu banyak bukti penciptaan-Nya yang agung. Masa sih
kita masih cuwek en gak pernah memuji-Nya. Padahal semut, serangga, dan makhluk
imut yang gak kelihatan sekalipun melafalkan asma Allah. Banyak fakta alam yang
menunjukannya.
Ada lagi cerita yang ter-Gress dari bencana Tsunami di aceh 8
tahun lalu. Seorang fotografer berhasil membidik gambit gelombang tsunami yang
menbentuk lafadz allah? Waa.. keren ga sich.. Subhanallah… seluruh
makhluk bahkan yang tak berakal sekalipun berdzikir, mengagungkan asma Allah.
Lalu kita?
Allah ngingetin kita
dalan firmannya:
”sucikan nama rabb_mu Yang Maha Tinggi, yang menciptakan, dan
menyempurnakan
(penciptaan-Nya), dan yang menentukan kadar masing-masing dan
member petunjuk..”
(QS. Al-A’laa, 87: 1-33)
So, betapa gak malunya kita, makhluk yang udah
diciptakan dengan kesempurnaan ini lupain allah bahkan berani sombong dengan
karunia yang Allah kasih…..
Categories:
nutrisi jiwa
