Waktu teramat berharga untuk
disepelekan, karena ia tak sesederhana yang terucap, ia bagaikan sungai yang
mengalir ke seluruh penjuru tempat sejak dahulu kala, melintasi pulau, kota, dan
desa. Membangkitkan semangat atau meninabobokan manusia. Ia diam seribu bahasa,
sampai-sampai manusia sering tidak menyadari akan keberadaannya dan nilai yang
terkandung didalamnya. Walaupun segala sesuatu, selain penciptaannya tidak ada
yang mampu melepaskan diri darinya.
Waktu adalah pesona!!! Allah swt. seringkali bersumpah atas nama waktu di dalam
Al-quran, diantaranya:
Kehadiran sang waktu membuat pengaruh
yang besar untuk memperlihatkan kualitas seorang manusia. Waktu bisa menjadi
pembeda antara manusia yang sukses ataupun yang gagal dalam menjalani hidupnya.
Keberadaannya
menjadi syarat utama kebahagiaan ataupun penderitaan yang hendak dipilih oleh
manusia. Waktu terus berjalan tanpa mau menunggu walau sedetikpun, tanpa sadar
kita sudah dibawanya pada sebuah penyesalan bila tidak bersungguh-sungguh
memanfatkannya.
Bayangkan bila ada sebuah Bank yang
memberikan kita pinjaman uang sejumlah Rp. 86.400,- setiap paginya. Semua uang
itu harus digunakan karena pada malam hari, bank akan menghapus sisa unag yang
tidak dugunakan selama sehari. Coba tebak, kira-kira apa yang akan kita
lakukan? Tentu saja menghabiskan semua uang pinjaman itu!! Karena kalau tidak,
maka rugilah pastinya.
Setiap dari kita sesungguhnya memiliki
bank tersebut, ia bernama WAKTU. Setiap pagi, ia akan, ia akan member kita 8.600
detik. Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak digunakan untuk tujuan yang
baik. Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru untuk kita. Setiap malam
ia akan menghanguskan yang tersisa, tanpa memberikan waktu tambahan. Jika kita
tidak menggunakannya makan kerugian akan menimpa. Kita tidak bisa menariknya
kembali. Tidak boleh meminta “uang muka” untuk keesokan hari. Kita harus hidup
di dalam simpanan hari ini.
Pada hakikatnya, semua manusia diberi
modal waktu untuk hidup. Yaitu umur yang telah ditetapkan baginya. Modal itu
setiap hari, jam, dan detiknya berkurang. Sebuah hal yang harus direnungkan,
agar kita tidak mengalami kerugian nantinya.
Kita hidup dalam tiga waktu:
Yang pertama : hari kemarin
Kita tak bisa mengubah
apapun yang telah terjadi
Tak bisa menarik perkataan
yang telah terucapkan
Tak mungkin lagi menghapus
kesalahan dan mengulangi
Kegembiraan yang kita
rasakan kemarin
Yang kedua : Hari esok
Hingga mentari esok terbit
Kita tak tahu apa yang akan
terjadi
Kita tak bisa melakukan
apa-apa esok hari
Kita tak bisa mengetahui
sedih atau ceria di esok hari
Hari ketiga : Hari ini
Pintu hari kemarin telah
tertutup
Pintu hari esok pun belum
tentu terbuka
Maka berbuatlah yang terbaik
untuk hari ini
Kita dapat mengerjakan lebih
banyak hal hari ini bila
Mampu memaafkan hari kemarin
dan melepaskan
ketakutan akan hari esok
Hiduplah untuk hari ini
Karena yang ada hanyalah
hari ini
Perlakukan setiap orang
dengan kebaikan hati
dan rasa hormat
meski mereka berlaku buruk
pada kita
cintailah seseorang sepenuh
hati hari ini
karena mungkin besok cerita
sudah berganti
ingatlah bahwa kita menunjukkan
penghargaan pada
orang lain bukan karena
siapa mereka, tetapi karena
siapakah diri kita sendiri
jadi, jangan biarkan masa
lalu mengekang
atau masa depan membuat
bingung
lakukan yang terbaik HARI
INI
dan lakukan sekarang
juga!!!
Categories:
Motivasi
