Rasulullah SAW bersabda : “Kamu
tidak akan masuk surga hingga kamu beriman, kamu tidak akan beriman secara
sempurna hingga kamu salaing mencintai. Maukah aku tunjukkan kepadamu, apabila
kamu lakukan, kamu akan saling mencintai? Biasakanlah mengucapkan salam
diantara kamu”. (HR. Muslim 1/74 dan lainnya).
Ammar bin Yasir r.a. berkata : “Ada tiga perkara, barangsiapa yang bisa mengerjakan, maka sesungguhnya telah mengumpulkan keimanan: koreksi diri (inshaf), menyebarkan salam keseluruh penduduk dunia, berinfak dalam keadaan fakir”. (HR. Bukhari).
Abdullah bin Umar r.a. berkata : Sesungguhnya seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW., manakah ajaran Islam yang lebih baik? Rasul SAW bersabda : Hendaklah engkau memberi makanan, mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak”. (HR. Bukhari dan Muslim 1/65)
2. Senyummu Untuk Saudaramu
Rasulullah SAW bersabda, “Senyum
adalah sodaqoh.” Senyum adalah perilaku sederhana yang memberi
dampak luar biasa. Tak seorang pun di dunia yang tidak bisa tersenyum. Bahkan
tak seorang pun yang tidak menjadi lebih bahagia dengan senyumnya sendiri,
bahkan mengalirkan kebahagiaan lebih kepada orang lain, dengan senyum. Seorang yang sedang sempit hatinya karena tertimpa musibah,
bisa merasa lapang sejenak jika ia memaksakan tersenyum. Ketika merasa lapang
itu pikirannya pun jernih, dan peluang untuk mendapatkan jalan keluar dari
musibahnya lebih besar. Berbeda jika menghadapi musibah dengan cemberut atau
sedih yang berlarut-larut. Pikiran akan terus buntu dan jalan keluar pun
semakin menjauh dari jangkauan
Contoh lain, ada dua warung
bersebelahan dengan dagangan yang sama, bisa berdampak beda hanya karena
senyum. Orang akan cenderung datang kepada warung yang pedagangnya murah
senyum. Jika pedagang yang murah senyum tersebut ahli ibadah, maka dia akan
mendapat kebahagiaan hati, pelanggan yang setia, disayang para malaikat dan
mendapat pahala berlimpah di akherat.
3. Panggillah Temanmu
dengan Panggilan yang Ia Sukai
Allah berfirman, yang artinya ," Wahai orang-orang yang beriman!
Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi
mereka (yang diperolok-olok) itu lebih baik dari mereka (yang
mengolok-olok) . Dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok)
perempuan yang lain. Karena boleh jadi perempuan (yang diperolok-olok)
itu lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok) itu. Janganlah kamu
saling mencela satu sama lain. Dan janganlah kamu saling memanggil
dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah
(panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa yang
tak bertobat maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Qs. al-Hujurat
: 11).
Saudaraku, pada zaman ini banyak orang menggunakan nama-nama aneh yang hanya asal ucap saja. Lebih aneh lagi banyak orang merasa bangga jika menyandang nama-nama itu, sehinggga jika ada orang yang memanggilnya dengan menggunakan nama aslinya maka ia kadangkala justru akan marah.
Saudaraku, sebagai hamba beriman umat Muhammad saw, kita mempunyai kewajiban agar memanggil orang lain dengan panggilan yang ia sukai, karena hal itu dapat mempererat hubungan kita dengan orang tersebut
Ada sebagian kita , terbiasa memanggil orang yang lebih tua dan lebih tinggi (pangkatnya) darinya dengan menggunakan nama saja tanpa ada embel-embel (penghormatan)nya. Bahkan ia beranggapan bahwa sikap itu adalah bentuk penerapan dari makna ukhuwah islamiah. Maka kita jumpai ada seorang mahasiswa yang memanggil dosennya dengan "akh", ada juga di antara ikhwab yang tatkala memper-silakan penceramah hanya dengan menggunakan nama-nya saja dengan anggapan bahwa sikap itu lebih menjauhkan dari sikap riya'.
4. Cinta Karena Allah
Pada sebuah cerita yang sangat menarik, yang sayang sekali jika hanya
dinikmati oleh sebagian kecil pendengar atau pembaca saja. Sebuah cerita
tentang tentang pengorbanan, ketulusan dan keikhlasan. Maka dari itu,
semoga tulisan singkat ini dapat memaparkan lebih kurangnya cerita yang
dimaksud. Semoga pemilik cerita dan Allah SWT ridha atas tulisan ini, bismillahirrahmanirrahim…
Di pagi yang cerah itu, terdengar suara lembut nan tulus dari seorang perempuan yang sempat menjadi seorang isteri. Insya Allah
shalehah, semoga Allah SWT memberikannya keistiqamahan dalam setiap
ujian. Suara itu berasal dari sebuah saluran radio yang pada saat itu
sedang membahas tentang manajemen cinta, lebih kurang sekitar jam 08.00
WIB. Perempuan itu menceritakan pengalaman hidupnya yang sangat luar
biasa dengan nada yang bersemangat, seolah memotivasi siapa saja yang
mendengarkannya. Tetapi, semakin ia mengeluarkan kata-kata, semakin
terdengar lemah nada suaranya. Sesekali diselingi sesak nafas dengan
suara yang sengau, menahan emosi yang semakin bergejolak di dadanya.
Sampai akhirnya gejolak itu membludak, isak tangisnya pun mengiringi
tutur keikhlasan itu.
Saya adalah mantan seorang istri dari laki-laki yang berniat untuk mengislamkan seorang perempuan dengan cara menikahinya. Alhamdulillah, dengan mengharap keridhaan Allah SWT saya mengiyakannya walau harus melepas akad yang telah kami ucapkan di depan penghulu. Sangat berat saya rasakan, tetapi mungkin inilah persembahan cinta saya untuk Sang Maha Pemilik Cinta.
Lebih kurang begitulah ungkapnya, ungkapan hati yang penuh dengan
keikhlasan yang tidak banyak orang dapat melakukan hal serupa. Kisah
nyata tersebut tidak mengharamkan poligami, tetapi hanya mencari jalan
terbaik yang lebih maslahat untuk kebaikan bersama. Dan dapat
saya simpulkan, inilah cinta karena Allah SWT. Menggunakan cara yang
syar’i dan hanya mengharap mardotillah.
5. Berjabat Tangan Ketika Berjumpa
5. Berjabat Tangan Ketika Berjumpa
Dikatakan
kepada Abu Dzar, apakah Rasulullah selalu berjabat tangan dengan kalian
ketika berjumpa dengan beliau. Maka Abu Dzar berkata: "Tidak aku berjumpa
dengan Rasulullah kecuali beliau menjabat tanganku.
6. Akhlaqul Karimah
Rasulullah bersbda: "Sungguh orang terbaik dari kalian adalah orang yang paling baik budi pekertinya, dan ditanyakan kepada beliau apakah yang paling banyak. Beliau berkata taqwalah kepada Allah dan baik budi. Baik akhlak bentuknya bisa macam-macam perlu ngeluarin biaya banyak kamu udah bia menghargai temenmu.
Rasulullah bersbda: "Sungguh orang terbaik dari kalian adalah orang yang paling baik budi pekertinya, dan ditanyakan kepada beliau apakah yang paling banyak. Beliau berkata taqwalah kepada Allah dan baik budi. Baik akhlak bentuknya bisa macam-macam perlu ngeluarin biaya banyak kamu udah bia menghargai temenmu.
Categories:
nutrisi jiwa
