Hati yang bersih adalah
hati yang terbebas dari syirik, dengki, dendam, kikir, sombong, cinta dunia,
dan jabatan. Ia terbebas dari semua penyakit yang dapat menjauhkannya dari Allah,
terbebaas dari segala syubhat yang dapat menghalangi kebaikannya, dan terbebas
dari nafsu yang bisa menghambat urusannya. Juga terbebas dari keinginan yang
mampu merintangi tujuannya, dan terbebas dari segala penghalang yang
merintanginya dari Allah.
Sebagian orang mengira
bahwa hati yang bersih tercermin dalam mudahnya ia berbuat kedengkian,
kemunafikan, canda tawa, serta tidak tahu antara yang baik dan yang buruk,
padahal yang benar bukanlah demikian. Syehkul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah
berkata, “hati yang bersih lagi terpuji adalah hati yang menghendaki
kebaikan bukan keburukan, lebih dari itu dia mengetahui antara yang baik dan
yang buruk,. Adapaun orang yang tidak mengetahui hal yang buruk, berarti
hatinya belum bersih dan belum terpuji.”
Muridnya yakni Ibnu
Qayyim rahimahullah menjelaskan masalah ini dengan mengatakan, ”Perbedaan
antara hati yang bersih dan hati yang lemah lagi lalai adalah bahwa hati yang
bersih terbentuk dari ketidakinginannya pada hal-hal yang buruk setelah
mengetahuinya, bukan terbentuk dari pengenalan dan pengetahuan tentangnya,
sehingga hati itu terbebas dari keinginan terhadapnya. Hal ini berbeda dengan
hati yang lemah lagi lalai, karena hati tersebut bodoh dan picik. Untuk itu ia
tidak dipuji, bahkan dicela. Karena orang-orang itu hanya memuji hati yang
bersih.”
Sementara itu, hati yang
sempurna adalah hati yang mengetahui dan mengenal seluk-beluk keburukan agar ia
bisa terbebas dari keinginan terhadapnya. Umar Ibnul Khaththab r.a berkata,
“Saya bukan penipu dan tidak bisa ditipu.’ Karena, Umar terlalu cerdik untuk
ditipu dan terlalu wara’ untuk menipu.
Allah Ta’alaberfirman,
“…kecuali orang yang datang kepada
Allah dengan hati yang bersih”
(QS.
Asy-Syu’araa’: 98)
Inilah tipe orang yang
terbebas dari berbagai macam penyakit yang menjangkiti hati-hati yang sakit,
berupa penyakit syubhat yang mesti disertai oleh prasangka, penyakit nafsu
yang mesti disertai oleh sesuatu yang disenagi oleh hawa nafsu. Sedangkan,
hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari semua penyakit tersebut.”
Wallahu’alam
Categories:
nutrisi jiwa
