SETETES AIR HINA
He, jangan mentang-mentang punya
Memandang orang tidak dengan sebelah mata
He, jangan mentang-mentang kuasa
Menyuruh orang tolak pinggang setinggi dada
Memandang orang tidak dengan sebelah mata
He, jangan mentang-mentang kuasa
Menyuruh orang tolak pinggang setinggi dada
Itu kesombongan (itu kesombongan)
Itu keangkuhan (itu keangkuhan)
Bukan pakaianmu tapi pakaian Tuhan
Yang berhak disembah oleh segenap alam
Itu keangkuhan (itu keangkuhan)
Bukan pakaianmu tapi pakaian Tuhan
Yang berhak disembah oleh segenap alam
Itulah lirik lagu yang bisa dijadikan sebagai penyadaran apabila mungkin difirkan dan memang harus..
Fenomena yang ada sekarang manusia sering melupakan dari mana ia berasal, dan mau kemana? makanya selalu lupa ketika ada sebuah kesombongan yang pada diri mereka. SRTARA dijadikan sebagai alasan untuk memilih-milih seseorang untuk digauli atau diajak komunikasi tapi itu sekali lagi merupakan kesalahan besar yang harus mulai dihilangkan dari sekarang.
bagaimana tidak Allah saja tidak membed-bedakan hamba, kecuali yang paling takwa,.... itulah sedikit pelajaranyang mungkin bisa kita ambil.... hnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya inilah beberapa keutamaan dan kedudukan mereka ;
Yang bertaqwa adalah yang termulia di sisi Allah
Allah
swt mendudukkan pribadi-pribadi bertaqwa meraih derajat kemuliaan yang
tinggi di sisi-Nya, demikianlah firman Allah dalam Surah Al-Hujurat ayat
ke-13
يَا
أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى
وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ
عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Hai
manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan
seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku
supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesunggu
hnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS. Al-Hujurat (49) : 13)
Demikianlah
setelah Allah swt menyinggung kata yang mewakili jenis manusia, mereka
yang bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, Allah swt menutup firman-Nya
dengan ungkapan yang menunjukkan bahwa yang paling bertakwa dari
merekalah yang paling mulia disisi-Nya tidak peduli apa warna kulit
mereka, apa kebangsaan mereka, bahkan apa jenis kelamin mereka, yang
bertaqwalah yang paling mulia. Itu hanya singkat saja belum lagi jikalau dijelaskan secara sistematis dan terperincimaka akan memerlukan halaman yang sanagt panjang.....
Oleh karena itulah Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad;
“Wahai
sekalian manusia, sesunggunya Tuhan kalian adalah satu, ayahanda kalian
adalah satu, ingatlah..! tidak ada keutamaan lebih bagi orang arab atas
selain mereka, tidak pula bagi non arab atas orang-orang arab, tidak
pula yang berkulit merah lebih utama dari yang berkulit hitam tidak pula
yang berkulit hitam lebih utama dari yang merah, tak lain yang membuat
lebih utama melainkan karena taqwa”. (HR. Imam Ahmad)
untuk itu bagi siapa saja yang ingin meraih kemuliaan tertinggi dan kedudukan yang mulia dengan berdasarkan pada keadilan yang hakiki disisi-Nya, hal itu
tidak akan dicapai dengan sekedar harta, jiwa, kemewahan, ataupun kelas sosial belaka, namun hanya dengan taqwa. Demikian ketika seseorang
bertanya kepada Rasulullah,
“Wahai Rasulullah, Siapakah manusia termulia ? maka Rasulullah menjawab : “Yang paling bertaqwa”
.
(HR. Bukhori dalam kitab ahadits al-anbiya’ dan Muslim dalam kitan Al-Fadha’il)
untukn itu semoga tulisan singkat ini mampu memberikan inspirasi bagi para pembaca sekalian
Categories: